Download
arsipe mas boneX
sms gratis
Feedjit
Minggu, 06 Juni 2010
Sadari LEbih Awal Gejala Kanker Payudara...
Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara.
»» read more
Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.
Penyebab
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara.
Faktor Risiko
Beberapa faktor risiko yang berpengaruh adalah :
1. Usia.
Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.
2. Pernah menderita kanker payudara.
Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.
3. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.
4. Faktor genetik dan hormonal.
5. Pernah menderita penyakit payudara non-kanker.
6. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.
7. Pemakaian pil kb atau terapi sulih estrogen.
8. Obesitas pasca menopause.
9. Pemakaian alkohol.
10 Pemakaian alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
11. Bahan kimia.
Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
12. DES (dietilstilbestrol).
Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara.
13 Penyinaran.
Gejala dan Tanda
Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur.
Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit.
Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Pada kanker stadium lanjut, bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara.
Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk.
Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah benjolan atau massa di ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu
(biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah), perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu),
payudara tampak kemerahan, kulit di sekitar puting susu bersisik, puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal, nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara.
Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.
Pencegahan
Banyak faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker.
Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhan jika masih pada stadium dini.
Sadari, pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini.
Penatalaksanaan
Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi penderita, yaitu sekitar 1 minggu atau lebih setelah biopsi.
Pengobatannya terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon.
Terapi penyinaran digunakan untuk membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.
Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembangbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.
Kalo ragu segera periksakan ke RS, mungkin saya bisa rekomendasikan RSnya, RS MMC, 5203435, dengan prof Mukhlis.
SADARI
* Berdiri di depan cermin sambil kedua tangan diletakkan di sisi tubuh.
Angkat kedua lengan dan amati dengan seksama kulit di payudara apakah ada kerutan, lekukan, perubahan ukuran atau bentuk.
Lihat apakah ada perubahan bentuk simetri pada kedua payudara.
Amati juga apakah puting susu masuk ke dalam atau ada cairan aneh yang keluar dari puting.
Sekarang letakkan kedua tangan di samping pingul lalu amati payudara Anda. Setelah itu letakkan kedua tangan di belakang kepala dan lakukan hal serupa.
* Periksa kedua payudara sambil berdiri di bawah shower ketika mandi. Lakukan hal yang serupa pada saat berbaring.
Taruh satu tangan di belakang kepala, sementara tangan yang satu melakukan gerak pijatan memutar searah jarum jam di daerah jaringan payudara, puting, dan jaringan di bawah ketiak.
Ulangi cara ini pada payudara yang sebelah. Bila Anda melakukannya saat mandi, sabun dan air membuat kulit licin hingga mampermudah pemeriksaan.
* Periksa apakah ada benjolan yang tidak lenyap atau tidak berubah. Benjolan yang abnormal bisa muncul tiba-tiba dan menetap.
Benjolan ini berbeda-beda bentuk dan kekerasannya dan kadang terasa keras dengan tepi yang tidak teratur.
Kadang benjolan itu berupa penebalan jaringan tanpa garis batas yang jelas. Ingat, benjolan kanker biasanya tidak terasa sakit.
Setiap bulan lakukan pemeriksaan sendiri terhadap payudara agar bila ada benjolan baru bisa segera diketahui.
Bila Anda sudah menopause lakukan pemeriksaan payudara pada tanggal yang sama setiap bulan.
Bila Anda belum menopause, waktu terbaik untuk untuk memeriksa payudara 7-10 hari setelah terakhir haid. Benjolan kanker payudara biasannya tidak sakit.
Amati dan raba payudara Anda apakah ada benjolan atau pembengkakan. Bila ada yang tidak beres, segera ke dokter.
American Cancer Society menganjurkan perempuan menjalani pemeriksaan klinis payudara sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin, setiap tiga tahun sekali untuk perempuan berusia 20-39 tahun dan setiap tahun untuk perempuan di atas 40 tahun.
ini untuk info tambahan aja
Pada kanker payudara, penilaian TNM sebagai berikut :
• T (Tumor size), ukuran tumor :
T 0 : tidak ditemukan tumor primer
T 1 : ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang
T 2 : ukuran tumor diameter antara 2-5 cm
T 3 : ukuran tumor diameter > 5 cm
T 4 : ukuran tumor berapa saja, tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding dada atau pada keduanya , dapat berupa borok, edema atau bengkak, kulit payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama
• N (Node), kelenjar getah bening regional (kgb) :
N 0 : tidak terdapat metastasis pada kgb regional di ketiak / aksilla
N 1 : ada metastasis ke kgb aksilla yang masih dapat digerakkan
N 2 : ada metastasis ke kgb aksilla yang sulit digerakkan
N 3 : ada metastasis ke kgb di atas tulang selangka (supraclavicula) atau pada kgb di mammary interna di dekat tulang sternum
• M (Metastasis) , penyebaran jauh :
M x : metastasis jauh belum dapat dinilai
M 0 : tidak terdapat metastasis jauh
M 1 : terdapat metastasis jauh
1.2.2.2. Setelah masing-masing faktot T,.N,M didapatkan, ketiga faktor tersebut kemudian digabung dan didapatkan stadium kanker sebagai berikut :
Stadium 0 : T0 N0 M0
Stadium 1 : T1 N0 M0
Stadium II A : T0 N1 M0 / T1 N1 M0 / T2 N0 M0
Stadium II B : T2 N1 M0 / T3 N0 M0
Stadium III A : T0 N2 M0 / T1 N2 M0 / T2 N2 M0 / T3 N1 M0 / T2 N2 M0
Stadium III B : T4 N0 M0 / T4 N1 M0 / T4 N2 M0
Stadium III C : Tiap T N3 M0
Stadium IV : Tiap T-Tiap N -M1
PROGNOSIS
Stadium klinis dari kanker payudara merupakan indikator terbaik untuk menentukan prognosis penyakit ini.
Angka kelangsungan hidup 5 tahun pada penderita kanker payudara yang telah menjalani pengobatan yang sesuai mendekati:
- 95% untuk stadium 0
- 88% untuk stadium I
- 66% untuk stadium II
- 36% untuk stadium III
- 7% untuk stadium IV.
Dalam banyak kasus, dokter akan bekerjasama dengan pasien untuk menentukan rencana pengobatan Meskipun pengobatan tiap pasien akan di sesuaikan oleh dokter.
Tapi berikut adalah langkah-langkah umum yang dilakukan dalam pengobatan kanker payudara :
* Tujuan utama pengobatan kanker stadium awal adalah mengangkat tumor dan membersihkan jaringan disekitar tumor.
Jadi dokter akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat tumor. Umumnya kemudian akan dilakukan terapi radiasi pada jaringan payudara yang masih ada.
Untuk keadaan tertentu ( misalnya, pasien dengan problem medis yang serius ) radiasi bisa jadi ditunda.
* Tahapan berikut dalam menangani kanker stadium awal adalah mengurangi resiko kanker akan kambuh dan membuang sel kanker yang masih ada.
Bila tumornya lebar atau saluran kelenjar getah bening telah terserang kanker juga, dokter akan merekomendasikan terapi tambahan, antara lain : Terapi Radiasi, Chemotherapy, dan / atau hormone terapi.
Sedang untuk kanker yang kambuh lagi, diperlakukan dengan bermacam-macam cara. Ketika merencanakan pengobatan, dokter akan mempertimbangkan beberapa factor :
* Stadium dan grade kanker
* Satus tumor hormone receptor (ER, PR) dan status HER2/neu
* Umur pasien dan kesehatannya secara umum
* Pasien sudah menopause atau belum
* Adanya mutasi dari gen kanker payudara Kondisi biologi kanker payudara memberi efek pada tingkah laku kankernya dan pengobatannya.
Beberapa tumor ukurannya kecil tapi tumbuhnya cepat atau ukurannya besar tapi tumbuhnya lambat.
Ada tiga teknik yang bisa digunakan untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini.
Dengan menggunakan ultrasound, sistem mamotome, dan bipsi getah bening sentinel.
Cepat Ditangani
1. Ultrsound yang digunakan pada ruan gpraktik dokter merupakan bagian dari pemeriksaan klinis tambahan pemeriksaan payudara.
Alat tersebut sangat penting artinya dalam menentukan karakteristik massa payudara yang jelas maupun yang tidak jelas.
Penggunaan USG ini juga berguna untuk membedakan kista yang ada pada payudara, baik jinak maupun ganas.
Sebagai gambaran, kanker akan terdeteksi dari gelombang suara yang dikeluarkan oleh USG. Gelombagn suara tersebut akan lebih tinggi dengan abtasan yang tidak beraturan.
Pemeriksaan dengan ultrasound pada saat konsultasi akan membuat masalah yang dialami oleh pasien bisa ditangani dengan cepat. Kista ataupun benjolan yang terdapat pada payudara juga bisa dibiopsi dengan sayatan minimal untuk kemudian dianalisis.
Hal ini tentu saja akan mengurangi kecemasan pasien. Tentu saja juga akan mengurangibiaya bila dibandingkan melakukan biopsi dengan bedah terbuka.
2. Mammografi digital (digital mammography), dan dalam beberapa kejadian, magnetic resonance imaging (MRI).
Dengan menggunakan ultrasound, sistem mamotome, dan bipsi getah bening sentinel.
Cepat Ditangani
1. Ultrsound yang digunakan pada ruan gpraktik dokter merupakan bagian dari pemeriksaan klinis tambahan pemeriksaan payudara.
Alat tersebut sangat penting artinya dalam menentukan karakteristik massa payudara yang jelas maupun yang tidak jelas.
Penggunaan USG ini juga berguna untuk membedakan kista yang ada pada payudara, baik jinak maupun ganas.
Sebagai gambaran, kanker akan terdeteksi dari gelombang suara yang dikeluarkan oleh USG. Gelombagn suara tersebut akan lebih tinggi dengan abtasan yang tidak beraturan.
Pemeriksaan dengan ultrasound pada saat konsultasi akan membuat masalah yang dialami oleh pasien bisa ditangani dengan cepat. Kista ataupun benjolan yang terdapat pada payudara juga bisa dibiopsi dengan sayatan minimal untuk kemudian dianalisis.
Hal ini tentu saja akan mengurangi kecemasan pasien. Tentu saja juga akan mengurangibiaya bila dibandingkan melakukan biopsi dengan bedah terbuka.
2. Mammografi digital (digital mammography), dan dalam beberapa kejadian, magnetic resonance imaging (MRI).
Mamografi Digital
Mamosite
Ultrasonografi
MRI Payudara
3. Salah satu teknik biopsi lebih canggih adalah mamotome.
Dengan sistem bipsi ini memungkinkan dokter mengambil jumlah jaringan payudara secara tepat dengan anestesi lokal dan tapa pembedahan.
Hasil biopsi umumnya cukup akurat, terutama untuk kanker payudara stadium dini.
Sebagai catatan, prosedur ini dilakukan dengan cepat dan hanya sedikit rasa sakit.
Bahkan sayatannya pun cukup kecil. “Hanya sekitar 4 mm, sehingga tidak diperlukan jahitan,” ujar Dr. Joy.
Kaum Hawa bisa menjalankan aktivitasnya kembali segera setelah prosedur selesai dikerjakan.
Sekitar satu juga prosedur memotome dilakukan setiap tahun dan menjadi standar praktik di berbagai jasa layanan kesehatan. Meski begitu, dibutuhkan keahlian tinggi dan berpengalaman untuk melakukan prosedur itu.
Biopsi memotome tiga kali lebih akurat dibandingkan dengan biopsi menggunakan jarum biasa.
Mengenal Biopsi Payudara
Rekan semua, untuk mengetahui adanya kanker pada payudara, selain dengan pemeriksaan yang bersifat pencitraan (gambar), juga dapat dengan cara mengambil contoh jaringan payudara.
Tahukah rekan-rekan tentang biopsi payudara? Bagaimana biopsi dilakukan? Adakah tipe-tipenya? Berikut ini tulisan yang saya rangkum dari berbagai sumber…
Biopsi payudara (breast biopsy) merupakan tindakan untuk mengambil contoh jaringan payudara dan dilihat di bawah lensa mikroskop untuk mengetahui adanya sel kanker payudara.
Tindak biopsy payudara biasanya dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut benjolan payudara yang ditemukan saat pemeriksaan dengan mammogram atau USG payudara.
Hasil biopsy payudara akan memberikan jawaban apakah
contoh jaringan payudara pada benjolan merupakan bersifat kanker-ganas (malignant) atau non kanker-jinak (benign).
Terdapat beberapa cara untuk melakukan biopsy payudara.
Yang umum dilakukan adalah:
1. Fine-needle aspiration biopsy (FNA) –
menggunakan jarum kecil yang dimasukkan melalui kulit payudara dan dari ujung jarum tersebut, contoh jaringan diambil untukkemudian diperiksa.
FNA biasanya digunakan untuk mengambil contoh jaringan benjolan yang padat atau berisi cairan (kista).
Jika benar kista, maka akan kempis setelah semua cairan diambil.
Jika tidak ada cairan, tipe biopsy lain akan dilakukan.
Dengan sistem bipsi ini memungkinkan dokter mengambil jumlah jaringan payudara secara tepat dengan anestesi lokal dan tapa pembedahan.
Hasil biopsi umumnya cukup akurat, terutama untuk kanker payudara stadium dini.
Sebagai catatan, prosedur ini dilakukan dengan cepat dan hanya sedikit rasa sakit.
Bahkan sayatannya pun cukup kecil. “Hanya sekitar 4 mm, sehingga tidak diperlukan jahitan,” ujar Dr. Joy.
Kaum Hawa bisa menjalankan aktivitasnya kembali segera setelah prosedur selesai dikerjakan.
Sekitar satu juga prosedur memotome dilakukan setiap tahun dan menjadi standar praktik di berbagai jasa layanan kesehatan. Meski begitu, dibutuhkan keahlian tinggi dan berpengalaman untuk melakukan prosedur itu.
Biopsi memotome tiga kali lebih akurat dibandingkan dengan biopsi menggunakan jarum biasa.
Mengenal Biopsi Payudara
Rekan semua, untuk mengetahui adanya kanker pada payudara, selain dengan pemeriksaan yang bersifat pencitraan (gambar), juga dapat dengan cara mengambil contoh jaringan payudara.
Tahukah rekan-rekan tentang biopsi payudara? Bagaimana biopsi dilakukan? Adakah tipe-tipenya? Berikut ini tulisan yang saya rangkum dari berbagai sumber…
Biopsi payudara (breast biopsy) merupakan tindakan untuk mengambil contoh jaringan payudara dan dilihat di bawah lensa mikroskop untuk mengetahui adanya sel kanker payudara.
Tindak biopsy payudara biasanya dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut benjolan payudara yang ditemukan saat pemeriksaan dengan mammogram atau USG payudara.
Hasil biopsy payudara akan memberikan jawaban apakah
contoh jaringan payudara pada benjolan merupakan bersifat kanker-ganas (malignant) atau non kanker-jinak (benign).
Terdapat beberapa cara untuk melakukan biopsy payudara.
Yang umum dilakukan adalah:
1. Fine-needle aspiration biopsy (FNA) –
menggunakan jarum kecil yang dimasukkan melalui kulit payudara dan dari ujung jarum tersebut, contoh jaringan diambil untukkemudian diperiksa.
FNA biasanya digunakan untuk mengambil contoh jaringan benjolan yang padat atau berisi cairan (kista).
Jika benar kista, maka akan kempis setelah semua cairan diambil.
Jika tidak ada cairan, tipe biopsy lain akan dilakukan.
fine-needle-biopsy
2. Core needle biopsy –
menggunakan jarum yang lebih besar dengan bentuk ujung yang khusus.
Jarum dimasukkan, menembus kulit sampai ke benjolan, dan contoh jaringan diambil seukuran ujung pensil.
Biopsi jenis ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan unit penyedot yang secara perlahan akan mengambil contoh jaringan yang lebih besar.
core-needle-biopsy
Jarum dimasukkan, menembus kulit sampai ke benjolan, dan contoh jaringan diambil seukuran ujung pensil.
Biopsi jenis ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan unit penyedot yang secara perlahan akan mengambil contoh jaringan yang lebih besar.
core-needle-biopsy
3. Stereotactic biopsy –
menggunakan sinar X tipe khusus dengan jarum yang sama tipenya dengan core needle biopsy.
Teknik ini dapat menemukan benjolan yang tidak dapat dirasakan dengan rabaan, tetapi terlihat saat pemeriksaan dengan mammogram atau USG payudara.
Sayatan kecil dibuat di kulit payudara untuk memudahkan jarum masuk ke payudara dengan panduan sinar X.
Stereotactic biopsy hanya diberlakukan untuk kasus-kasus tertentu dan hanya dokter ahli yang mengijinkan dilakukannya biopsy ini.
stereotacticbiopsy
menggunakan sinar X tipe khusus dengan jarum yang sama tipenya dengan core needle biopsy.
Teknik ini dapat menemukan benjolan yang tidak dapat dirasakan dengan rabaan, tetapi terlihat saat pemeriksaan dengan mammogram atau USG payudara.
Sayatan kecil dibuat di kulit payudara untuk memudahkan jarum masuk ke payudara dengan panduan sinar X.
Stereotactic biopsy hanya diberlakukan untuk kasus-kasus tertentu dan hanya dokter ahli yang mengijinkan dilakukannya biopsy ini.
stereotacticbiopsy
4. Open biopsy –
biopsy terbuka dengan mengiris kulit dan mengambil sebagian atau seluruh benjolan.
Jika dokter tidak dapat merasakan adanya benjolan, jarum atau kabel khusus akan dimasukkan ke area yang dicurigai saat pemeriksaan mammogram sebelum pembedahan dilakukan.
Gambar jarum atau kabel tersebut akan membantu dokter menentukan area di mana benjolan terjadi dan menentukan sayatan bedah yang harus dilakukan untuk mengambil benjolan tersebut.
open-biopsy
biopsy terbuka dengan mengiris kulit dan mengambil sebagian atau seluruh benjolan.
Jika dokter tidak dapat merasakan adanya benjolan, jarum atau kabel khusus akan dimasukkan ke area yang dicurigai saat pemeriksaan mammogram sebelum pembedahan dilakukan.
Gambar jarum atau kabel tersebut akan membantu dokter menentukan area di mana benjolan terjadi dan menentukan sayatan bedah yang harus dilakukan untuk mengambil benjolan tersebut.
open-biopsy
Pemeriksaan dan biopsy lanjutan akan dilakukan jika ditemukan masalah (tanda-tanda adanya kanker) pada biopsi pertama.
FNAB / Biopsi Jarum Halus
Bila anda menemukan ada benjolan yang sebelumnya tidak ada , pada suatu bagian tubuh anda, apa sikap dan tindakan anda ?
Mula mula mungkin anda menunggu kalau kalau benjolan itu hilang sendiri. Kalau tidak hilang hilang, akhirnya anda pergi ke dokter untuk berobat.
Dokter akan memeriksa dan memberikan obat kepada anda. Bila benjolan itu hilang maka anda bersyukur dan merasa beruntung karena sembuh.
Akan tetapi kalau benjolan itu tidak kempes, apa yang harus diperbuat ? Dokter anda dapat menganjurkan untuk melakukan biopsi aspirasi jarum halus (FNAB)
Apa yang dimaksud dengan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy) itu ?
FNAB ialah suatu tindakan memeriksa suatu bagian tubuh dengan cara menyuntikkan sebuah jarum yang halus (lebih kecil dari jarum suntik biasa) ke bagian yang membenjol, lalu melakukan aspirasi (penyedotan) untuk mengambil isi benjolan itu.
Selanjutnya bahan hasil sedotan itu dikirim ke dokter Ahli Patologi untuk diperiksa . Dokter Ahli Patologi akan menentukan jenis penyakit pada benjolan itu.
Setelah itu dokter anda akan memberikan obat atau cara pengobatan yang sesuai dengan penyakit.
Apa Bahaya FNAB ?
Karena memakai jarum yang halus, tidak ada bahaya atau komplikasinya.
Apakah menimbulkan rasa sakit ?
Rasa sakit hanya sedikit, seperti biasanya kalau disuntik.
Apakah tidak menyebarkan sel kanker ?
Tidak ada laporan mengenai penyebaran sel kanker akibat FNAB
Apakah menimbulkan perdarahan atau menimbulkan bekas di kulit ?
Tidak menyebabkan perdarahan dan tidak menimbulkan bekas pada kulit, bila dilakukan dengan benar
Apakah FNAB dapat menentukan penyakit apa yang diderita ?
Hasil pemeriksaan FNAB hampir sama dengan hasil biopsi memakai pisau, jadi pada banyak keadaan dapat menentukan diagnosis penyakit
Alat tubuh apa saja yang dapat diperiksa FNAB ?
Hampir semua bagian tubuh dimana ada benjolan abnormal dapat diperiksa FNAB.
Yang sering ialah : kelenjar leher , kelenjar gondok, kelenjar liur , payudara atau tumor dimana saja.
Adakah manfaat bila benjolan itu diperiksa FNAB ?
Banyak manfaatnya.
* Bila hasilnya suatu infeksi atau peradangan, maka dokter anda dapat memberikan obat yang sesuai.
* Benjolan karena infeksi kuman tbc tentu membutuhkan pengobatan berbeda dengan infeksi kuman lain.
* Bila suatu kista, maka isi cairannya dapat di keluarkan sehingga benjolan mengempes. Bila suatu tumor jinak, maka dapat direncanakan untuk operasi bersama dokter Ahli Bedah.
* Bila suatu tumor ganas, maka dapat direncanakan tindakan pengobatan bersama tim onkologi ( tim yang terdiri atas dokter dokter spesialis yang mendalami bidang kanker ).
Diagnosis kanker dapat lebih cepat diketahui , terutama pada kanker payudara dan kanker thyroid, sehingga usaha pengobatannya dapat lebih cepat dan lebih tepat diberikan.
* Operasi yang tepat dapat dilakukan, mungkin disusul dengan radioterapi dan/atau obat obatan kemoterapi.
Makin cepat diagnosisnya, makin cepat pengobatannya, makin bagus hasilnya.
Apakah di RS dapat dilakukan FNAB ?
Dapat dilakukan , dapat melalui rekomendasi atau rujukan dari dokter anda. atau langsung.
Tidak perlu persiapan khusus, tidak perlu dirawat inap, tidak perlu puasa dulu.
Setelah dilakukan FNAB, anda dapat langsung melakukan aktifitas seperti biasa.
Pemeriksaan Biopsi
Pemeriksaan mikroskopik terhadap sample tumor yang bisa menggambarkan histopatologis –struktur dan kateristik sel- dari jaringan yang dicurigai kanker tersebut.
Ini menjadi penentu seseorang dapat divonis terkena kanker atau tidak. Memang sangat dipengaruhi sekali pada saat pengambilan bahan biopsi, sudah dapat mewakili seluruh kondisi tumor atau belum.
Ada beberapa cara pengambilan biopsi. Hal ini bisa dipilih dengan pertimbangan letak tumor, efektivitas pengambilan, fasilitas yang tersedia dan kemungkinan radikalitas tumor itu sendiri.
Dikenal ada: open biopsy (eksisi dan insisional biopsy), biopsy jarum, trucut biopsy, punch biopsy, dancurettage biopsy (biopsi kerokan).
Dari pemeriksaan ini dapat ditentukan jenis, sifat sel tumor, dan tingkat diferensiasi (perubahan) sel dari struktur normal sehingga bisa diketahui seberapa ganasnya sel-sel tumor itu.
Dari informasi ini kemudian dokter bisa memprediksi hasil therapy yang nantinya akan diberikan.
Pengerjaan untuk melakukan biopsy dapat dilakukan sebelum pembedahan utamanya dikerjakan (yang ini lebih dianjurkan), atau bisa juga pada saat pembedahan sebagai upaya therapeutic.
Yang paling penting diketahui bahwa apapun hasilnya, si pasien mempunyai hak untuk mengetahui dan mendapatkan hasil pemeriksaan patologi tersebut.
Dan dokter dengan caranya tersendiri wajib menginformasikan hal itu secara langsung kepada si pasien.
Jika hasil dari biopsi tersebut ternyata positif kanker, biasanya dokter akan menyarankan seminggu sesudah biopsi akan dilakukan pengobatan untuk kanker tersebut.
Keakuratan biopsi juga tergantung dari ketelitian dan pengalaman dari dokter bedah Patologi tersebut.
Dan akan bahaya jika ditunda lebih lama.
Tidak ada kepastian apakah biopsi itu dapat membuat sel kanker menyebar lebih cepat atau tidak.
Ada dokter yang bilang ya, ada juga dokter yang bilang tidak. tapi satu hal yang pasti “neddle test” tidak membuat sel kanker menyebar.
Bila anda menemukan ada benjolan yang sebelumnya tidak ada , pada suatu bagian tubuh anda, apa sikap dan tindakan anda ?
Mula mula mungkin anda menunggu kalau kalau benjolan itu hilang sendiri. Kalau tidak hilang hilang, akhirnya anda pergi ke dokter untuk berobat.
Dokter akan memeriksa dan memberikan obat kepada anda. Bila benjolan itu hilang maka anda bersyukur dan merasa beruntung karena sembuh.
Akan tetapi kalau benjolan itu tidak kempes, apa yang harus diperbuat ? Dokter anda dapat menganjurkan untuk melakukan biopsi aspirasi jarum halus (FNAB)
Apa yang dimaksud dengan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy) itu ?
FNAB ialah suatu tindakan memeriksa suatu bagian tubuh dengan cara menyuntikkan sebuah jarum yang halus (lebih kecil dari jarum suntik biasa) ke bagian yang membenjol, lalu melakukan aspirasi (penyedotan) untuk mengambil isi benjolan itu.
Selanjutnya bahan hasil sedotan itu dikirim ke dokter Ahli Patologi untuk diperiksa . Dokter Ahli Patologi akan menentukan jenis penyakit pada benjolan itu.
Setelah itu dokter anda akan memberikan obat atau cara pengobatan yang sesuai dengan penyakit.
Apa Bahaya FNAB ?
Karena memakai jarum yang halus, tidak ada bahaya atau komplikasinya.
Apakah menimbulkan rasa sakit ?
Rasa sakit hanya sedikit, seperti biasanya kalau disuntik.
Apakah tidak menyebarkan sel kanker ?
Tidak ada laporan mengenai penyebaran sel kanker akibat FNAB
Apakah menimbulkan perdarahan atau menimbulkan bekas di kulit ?
Tidak menyebabkan perdarahan dan tidak menimbulkan bekas pada kulit, bila dilakukan dengan benar
Apakah FNAB dapat menentukan penyakit apa yang diderita ?
Hasil pemeriksaan FNAB hampir sama dengan hasil biopsi memakai pisau, jadi pada banyak keadaan dapat menentukan diagnosis penyakit
Alat tubuh apa saja yang dapat diperiksa FNAB ?
Hampir semua bagian tubuh dimana ada benjolan abnormal dapat diperiksa FNAB.
Yang sering ialah : kelenjar leher , kelenjar gondok, kelenjar liur , payudara atau tumor dimana saja.
Adakah manfaat bila benjolan itu diperiksa FNAB ?
Banyak manfaatnya.
* Bila hasilnya suatu infeksi atau peradangan, maka dokter anda dapat memberikan obat yang sesuai.
* Benjolan karena infeksi kuman tbc tentu membutuhkan pengobatan berbeda dengan infeksi kuman lain.
* Bila suatu kista, maka isi cairannya dapat di keluarkan sehingga benjolan mengempes. Bila suatu tumor jinak, maka dapat direncanakan untuk operasi bersama dokter Ahli Bedah.
* Bila suatu tumor ganas, maka dapat direncanakan tindakan pengobatan bersama tim onkologi ( tim yang terdiri atas dokter dokter spesialis yang mendalami bidang kanker ).
Diagnosis kanker dapat lebih cepat diketahui , terutama pada kanker payudara dan kanker thyroid, sehingga usaha pengobatannya dapat lebih cepat dan lebih tepat diberikan.
* Operasi yang tepat dapat dilakukan, mungkin disusul dengan radioterapi dan/atau obat obatan kemoterapi.
Makin cepat diagnosisnya, makin cepat pengobatannya, makin bagus hasilnya.
Apakah di RS dapat dilakukan FNAB ?
Dapat dilakukan , dapat melalui rekomendasi atau rujukan dari dokter anda. atau langsung.
Tidak perlu persiapan khusus, tidak perlu dirawat inap, tidak perlu puasa dulu.
Setelah dilakukan FNAB, anda dapat langsung melakukan aktifitas seperti biasa.
Pemeriksaan Biopsi
Pemeriksaan mikroskopik terhadap sample tumor yang bisa menggambarkan histopatologis –struktur dan kateristik sel- dari jaringan yang dicurigai kanker tersebut.
Ini menjadi penentu seseorang dapat divonis terkena kanker atau tidak. Memang sangat dipengaruhi sekali pada saat pengambilan bahan biopsi, sudah dapat mewakili seluruh kondisi tumor atau belum.
Ada beberapa cara pengambilan biopsi. Hal ini bisa dipilih dengan pertimbangan letak tumor, efektivitas pengambilan, fasilitas yang tersedia dan kemungkinan radikalitas tumor itu sendiri.
Dikenal ada: open biopsy (eksisi dan insisional biopsy), biopsy jarum, trucut biopsy, punch biopsy, dancurettage biopsy (biopsi kerokan).
Dari pemeriksaan ini dapat ditentukan jenis, sifat sel tumor, dan tingkat diferensiasi (perubahan) sel dari struktur normal sehingga bisa diketahui seberapa ganasnya sel-sel tumor itu.
Dari informasi ini kemudian dokter bisa memprediksi hasil therapy yang nantinya akan diberikan.
Pengerjaan untuk melakukan biopsy dapat dilakukan sebelum pembedahan utamanya dikerjakan (yang ini lebih dianjurkan), atau bisa juga pada saat pembedahan sebagai upaya therapeutic.
Yang paling penting diketahui bahwa apapun hasilnya, si pasien mempunyai hak untuk mengetahui dan mendapatkan hasil pemeriksaan patologi tersebut.
Dan dokter dengan caranya tersendiri wajib menginformasikan hal itu secara langsung kepada si pasien.
Jika hasil dari biopsi tersebut ternyata positif kanker, biasanya dokter akan menyarankan seminggu sesudah biopsi akan dilakukan pengobatan untuk kanker tersebut.
Keakuratan biopsi juga tergantung dari ketelitian dan pengalaman dari dokter bedah Patologi tersebut.
Dan akan bahaya jika ditunda lebih lama.
Tidak ada kepastian apakah biopsi itu dapat membuat sel kanker menyebar lebih cepat atau tidak.
Ada dokter yang bilang ya, ada juga dokter yang bilang tidak. tapi satu hal yang pasti “neddle test” tidak membuat sel kanker menyebar.
FNAB bisa dibilang lebih aman.
Untuk hal bipsi bisa konsultasikan dengan dokter yg bersangkutan. Kita boleh menanyakan apa resikonya adn adakah bahanya nya?
RS yg ada bagian bedah spesialis dan dokter patologinya.
Disarankan bijak dalam memilih dokter, dan jangan hanya satu dokter aja.
Tidak semua benjolan itu berisi cairan, hanya yg bersifat kistik.
Benjolan Pada Payudara
Benjolan pada payudara dapat bersifat jinak atau ganas.
Benjolan payudara jinak relatif tidak berbahaya, sedangkan yang ganas dapat menimbulkan kerusakan jaringan, menyebar ke bagian tubuh lainnya, bahkan menyebabkan kematian.
Oleh karena itu, jika menemukan benjolan pada payudara, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan benjolan yang Anda derita termasuk tumor jinak (benign) atau tumor ganas.
Berikut beberapa jenis benjolan yang dapat ditemukan pada payudara.
Fibroadenoma
Fibroadenoma adalah massa berbentuk bulat, berbatas tegas, kenyal, yang timbul akibat pertumbuhan berlebihan jaringan kelenjar dan jaringan penyambung.
Benjolan ini bersifat jinak dan biasanya tidak nyeri. Benjolan fibroadenoma dapat digerakkan atau akan bergeser jika daerah payudara ditekan.
Fibroadenoma berespon terhadap perubahan hormonal dan cenderung membesar selama kehamilan dan mengecil setelah menopause.
Setiap wanita dapat menderita fibroadenoma, tetapi biasanya paling sering ditemukan pada usia 20 sampai 30 tahun.
Fibroadenoma tidak dapat didiagnosis pasti hanya dengan pemeriksaan fisik saja.
Mammografi dan USG payudara dapat membantu menegakkan diagnosis, tetapi satu-satunya cara untuk memastikan suatu fibroadenoma adalah dengan pemeriksaan biopsi, yaitu pengambilan sedikit jaringan dengan jarum kemudian diperiksa di bawah mikroskop.
Fibroadenoma dapat menghilang secara spontan.
Tetapi jika menetap, atau semakin membesar, atau penderita sangat khawatir terhadap benjolan tersebut, dapat dilakukan operasi pengangkatan.
Abses Payudara
Abses payudara biasanya timbul sebagai komplikasi dari infeksi payudara (mastitis). Infeksi ini paling sering terjadi selama menyusui, akibat masuknya bakteri ke jaringan payudara.
Infeksi payudara biasanya diatasi dengan pemberian antibitiotik. Jika pemberian antibiotik tidak mampu mengatasi infeksi atau abses payudara, dapat dilakukan operasi pengangkatan abses payudara.
Cedera Payudara
Cedera payudara misalnya akibat pembedahan atau kecelakaan, dapat menimbulkan gangguan yang disebut nekrosis lemak.
Nekrosis lemak selanjutnya dapat menyebabkan terbentuknya benjolan berupa jaringan ikat yang berbatas tegas, bulat, dan dapat digerakkan. Jika cedera telah lama terjadi, benjolan tersebut biasanya tidak nyeri.
Tetapi jika cedera baru saja terjadi, dapat timbul nyeri dan bengkak pada kulit di atas benjolan.
Benjolan payudara akibat nekrosis lemak biasanya menghilang dengan sendirinya. Tetapi jika benjolan tersebut menetap, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Tumor Fillodes
Tumor fillodes adalah benjolan payudara yang tidak nyeri akibat pertumbuhan berlebihan jaringan penyambung.
Umumnya tumor fillodes bersifat jinak, walaupun beberapa diantaranya dapat bersifat ganas.
Seringkali, praktisi medis sulit membedakan antara tumor fillodes dan fibroadenoma – bahkan setelah pemeriksaan pencitraan (mammografi atau USG payudara) dan biopsi aspirasi jarum halus.
Salah satu pertanda bahwa benjolan tersebut adalah tumor fillodes adalah pertumbuhannya sangat cepat dan ukurannya yang besar.
Pengobatan tumor fillodes antara lain adalah pengangkatan benjolan melalui operasi. Setelah operasi, kemungkinan kambuh masih ada.
Papilloma Intraductal
Papilloma intraductal adalah pertumbuhan bukan kanker, berukuran kecil, pada saluran air susu.
Benjolan kecil ini biasanya ditemukan di belakang atau di pinggir puting susu (areola).
Papilloma intraductal dapat menyebabkan keluarnya cairan dari puting susu, baik secara spontan maupun jika benjolan ditekan.
Cairan tersebut seringkali bercampur darah.
Pengobatan biasanya berupa pengangkatan saluran yang terganggu dan pemeriksaan jaringan untuk menyingkirkan kemungkinan kanker.
Kanker Payudara
Kanker payudara adalah benjolan yang bersifat ganas yang seringkali tidak nyeri, teraba keras dan berbentuk tidak beraturan.
Pada perabaan, benjolan ini terasa berbeda dengan jaringan payudara di sekitarnya. Jika benjolan tersebut melekat pada otot dada, maka benjolan tidak dapat digerakkan.
Kulit di atas benjolan mungkin akan tertarik dan berwarna kemerahan.
Ciri lain kanker payudara antara lain adalah keluarnya cairan jernih atau bercampur darah secara spontan dari puting susu, puting susu tampak tertarik, perubahan ukuran dan bentuk payudara, dan kulit payudara seperti kulit jeruk.
Pengobatan kanker payudara tergantung pada jenis kanker, stadium kanker, dan gambaran sel kanker yang terlihat di bawah mikroskop.
Pilihan terapi dapat berupa pembedahan, radiasi, kemoterapi, atau terapi hormon.
Perlu diingat bahwa kanker payudara yang ditemukan pada stadium dini, kemungkinannya untuk berhasil diobati lebih besar ketimbang kanker payudara yang ditemukan pada stadium yang lanjut.
Sedangkan KISTA PAYUDARA
Kista payudara, biasa dalam istilah medis disebut cystic disease of the breast.
Penyakit ini sering timbul di kedua payudara, terasa nyeri, kadang-kadang hebat sekali.
Kista payudara lazim terjadi pada wanita yang masih memperoleh haid.
Nyeri menghebat sebelum atau waktu haid karena tarikan kelenjar payudara yang membesar atau hypertropis.
Kista payudara adalah kantung berisi cairan di dalam payudara, sampai saat ini penyebab utama dari kista belum diketahui secara pasti, tapi untuk sementara penyebab kista diperkirakan karena adanya cedera ringan pada payudara.
Kista paling banyak ditemukan pada wanita yang menjelang menopause, tatapi tidak menutup kemungkinan dapat ditemukan juga pada wanita pasca menopause terutama wanita yang menjalani terapi sulih hormon.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Kista teraba licin, bisa digerakkan, berbatas tegas dan kadang nyeri bila ditekan.
Bila dilihat dari tingkat agresifitas pertumbuhannya, kista ada dua jenis yaitu: Non-neoplastik dan Neoplastik.
Bedanya, non-neoplastik bersifat jinak dan biasanya akan mengempis dengan sendirinya kendati jumlahnya banyak.
Sedangkan neoplastik sifatnya ganas. Untuk mengatasinya jalan terbaik adalah operasi bila dinilai membahayakan kesehatan.
Tapi, bila tidak, masih bisa diatasi dengan jalan terapi biasa.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk memastikan adanya kista payudara adalah:
1.Mammografi
2.USG Payudara.
Untuk mengurangi nyeri, cairan dari dalam kista bisa diambil dengan menggunakan jarum.
Jika cairan tersebut mengandung darah, berwarna coklat atau keruh, atau kembali terkumpul dalam waktu 12 minggu setelah cairan diambil, maka seluruh kista harus dibuang melalui pembedahan karena kemungkinan bisa terjadi keganasan pada dinding kista.
Untuk hal bipsi bisa konsultasikan dengan dokter yg bersangkutan. Kita boleh menanyakan apa resikonya adn adakah bahanya nya?
RS yg ada bagian bedah spesialis dan dokter patologinya.
Disarankan bijak dalam memilih dokter, dan jangan hanya satu dokter aja.
Tidak semua benjolan itu berisi cairan, hanya yg bersifat kistik.
Benjolan Pada Payudara
Benjolan pada payudara dapat bersifat jinak atau ganas.
Benjolan payudara jinak relatif tidak berbahaya, sedangkan yang ganas dapat menimbulkan kerusakan jaringan, menyebar ke bagian tubuh lainnya, bahkan menyebabkan kematian.
Oleh karena itu, jika menemukan benjolan pada payudara, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan benjolan yang Anda derita termasuk tumor jinak (benign) atau tumor ganas.
Berikut beberapa jenis benjolan yang dapat ditemukan pada payudara.
Fibroadenoma
Fibroadenoma adalah massa berbentuk bulat, berbatas tegas, kenyal, yang timbul akibat pertumbuhan berlebihan jaringan kelenjar dan jaringan penyambung.
Benjolan ini bersifat jinak dan biasanya tidak nyeri. Benjolan fibroadenoma dapat digerakkan atau akan bergeser jika daerah payudara ditekan.
Fibroadenoma berespon terhadap perubahan hormonal dan cenderung membesar selama kehamilan dan mengecil setelah menopause.
Setiap wanita dapat menderita fibroadenoma, tetapi biasanya paling sering ditemukan pada usia 20 sampai 30 tahun.
Fibroadenoma tidak dapat didiagnosis pasti hanya dengan pemeriksaan fisik saja.
Mammografi dan USG payudara dapat membantu menegakkan diagnosis, tetapi satu-satunya cara untuk memastikan suatu fibroadenoma adalah dengan pemeriksaan biopsi, yaitu pengambilan sedikit jaringan dengan jarum kemudian diperiksa di bawah mikroskop.
Fibroadenoma dapat menghilang secara spontan.
Tetapi jika menetap, atau semakin membesar, atau penderita sangat khawatir terhadap benjolan tersebut, dapat dilakukan operasi pengangkatan.
Abses Payudara
Abses payudara biasanya timbul sebagai komplikasi dari infeksi payudara (mastitis). Infeksi ini paling sering terjadi selama menyusui, akibat masuknya bakteri ke jaringan payudara.
Infeksi payudara biasanya diatasi dengan pemberian antibitiotik. Jika pemberian antibiotik tidak mampu mengatasi infeksi atau abses payudara, dapat dilakukan operasi pengangkatan abses payudara.
Cedera Payudara
Cedera payudara misalnya akibat pembedahan atau kecelakaan, dapat menimbulkan gangguan yang disebut nekrosis lemak.
Nekrosis lemak selanjutnya dapat menyebabkan terbentuknya benjolan berupa jaringan ikat yang berbatas tegas, bulat, dan dapat digerakkan. Jika cedera telah lama terjadi, benjolan tersebut biasanya tidak nyeri.
Tetapi jika cedera baru saja terjadi, dapat timbul nyeri dan bengkak pada kulit di atas benjolan.
Benjolan payudara akibat nekrosis lemak biasanya menghilang dengan sendirinya. Tetapi jika benjolan tersebut menetap, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Tumor Fillodes
Tumor fillodes adalah benjolan payudara yang tidak nyeri akibat pertumbuhan berlebihan jaringan penyambung.
Umumnya tumor fillodes bersifat jinak, walaupun beberapa diantaranya dapat bersifat ganas.
Seringkali, praktisi medis sulit membedakan antara tumor fillodes dan fibroadenoma – bahkan setelah pemeriksaan pencitraan (mammografi atau USG payudara) dan biopsi aspirasi jarum halus.
Salah satu pertanda bahwa benjolan tersebut adalah tumor fillodes adalah pertumbuhannya sangat cepat dan ukurannya yang besar.
Pengobatan tumor fillodes antara lain adalah pengangkatan benjolan melalui operasi. Setelah operasi, kemungkinan kambuh masih ada.
Papilloma Intraductal
Papilloma intraductal adalah pertumbuhan bukan kanker, berukuran kecil, pada saluran air susu.
Benjolan kecil ini biasanya ditemukan di belakang atau di pinggir puting susu (areola).
Papilloma intraductal dapat menyebabkan keluarnya cairan dari puting susu, baik secara spontan maupun jika benjolan ditekan.
Cairan tersebut seringkali bercampur darah.
Pengobatan biasanya berupa pengangkatan saluran yang terganggu dan pemeriksaan jaringan untuk menyingkirkan kemungkinan kanker.
Kanker Payudara
Kanker payudara adalah benjolan yang bersifat ganas yang seringkali tidak nyeri, teraba keras dan berbentuk tidak beraturan.
Pada perabaan, benjolan ini terasa berbeda dengan jaringan payudara di sekitarnya. Jika benjolan tersebut melekat pada otot dada, maka benjolan tidak dapat digerakkan.
Kulit di atas benjolan mungkin akan tertarik dan berwarna kemerahan.
Ciri lain kanker payudara antara lain adalah keluarnya cairan jernih atau bercampur darah secara spontan dari puting susu, puting susu tampak tertarik, perubahan ukuran dan bentuk payudara, dan kulit payudara seperti kulit jeruk.
Pengobatan kanker payudara tergantung pada jenis kanker, stadium kanker, dan gambaran sel kanker yang terlihat di bawah mikroskop.
Pilihan terapi dapat berupa pembedahan, radiasi, kemoterapi, atau terapi hormon.
Perlu diingat bahwa kanker payudara yang ditemukan pada stadium dini, kemungkinannya untuk berhasil diobati lebih besar ketimbang kanker payudara yang ditemukan pada stadium yang lanjut.
Sedangkan KISTA PAYUDARA
Kista payudara, biasa dalam istilah medis disebut cystic disease of the breast.
Penyakit ini sering timbul di kedua payudara, terasa nyeri, kadang-kadang hebat sekali.
Kista payudara lazim terjadi pada wanita yang masih memperoleh haid.
Nyeri menghebat sebelum atau waktu haid karena tarikan kelenjar payudara yang membesar atau hypertropis.
Kista payudara adalah kantung berisi cairan di dalam payudara, sampai saat ini penyebab utama dari kista belum diketahui secara pasti, tapi untuk sementara penyebab kista diperkirakan karena adanya cedera ringan pada payudara.
Kista paling banyak ditemukan pada wanita yang menjelang menopause, tatapi tidak menutup kemungkinan dapat ditemukan juga pada wanita pasca menopause terutama wanita yang menjalani terapi sulih hormon.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Kista teraba licin, bisa digerakkan, berbatas tegas dan kadang nyeri bila ditekan.
Bila dilihat dari tingkat agresifitas pertumbuhannya, kista ada dua jenis yaitu: Non-neoplastik dan Neoplastik.
Bedanya, non-neoplastik bersifat jinak dan biasanya akan mengempis dengan sendirinya kendati jumlahnya banyak.
Sedangkan neoplastik sifatnya ganas. Untuk mengatasinya jalan terbaik adalah operasi bila dinilai membahayakan kesehatan.
Tapi, bila tidak, masih bisa diatasi dengan jalan terapi biasa.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk memastikan adanya kista payudara adalah:
1.Mammografi
2.USG Payudara.
Untuk mengurangi nyeri, cairan dari dalam kista bisa diambil dengan menggunakan jarum.
Jika cairan tersebut mengandung darah, berwarna coklat atau keruh, atau kembali terkumpul dalam waktu 12 minggu setelah cairan diambil, maka seluruh kista harus dibuang melalui pembedahan karena kemungkinan bisa terjadi keganasan pada dinding kista.
Label:
bedah
|
0
komentar
Sadari LEbih Awal Gejala Kanker Payudara...
Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara.
Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.
Penyebab
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara.
Faktor Risiko
Beberapa faktor risiko yang berpengaruh adalah :
1. Usia.
Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.
2. Pernah menderita kanker payudara.
Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.
3. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.
4. Faktor genetik dan hormonal.
5. Pernah menderita penyakit payudara non-kanker.
6. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.
7. Pemakaian pil kb atau terapi sulih estrogen.
8. Obesitas pasca menopause.
9. Pemakaian alkohol.
10 Pemakaian alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
11. Bahan kimia.
Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
12. DES (dietilstilbestrol).
Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara.
13 Penyinaran.
Gejala dan Tanda
Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur.
Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit.
Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Pada kanker stadium lanjut, bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara.
Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk.
Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah benjolan atau massa di ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu
(biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah), perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu),
payudara tampak kemerahan, kulit di sekitar puting susu bersisik, puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal, nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara.
Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.
Pencegahan
Banyak faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker.
Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhan jika masih pada stadium dini.
Sadari, pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini.
Penatalaksanaan
Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi penderita, yaitu sekitar 1 minggu atau lebih setelah biopsi.
Pengobatannya terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon.
Terapi penyinaran digunakan untuk membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.
Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembangbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.
Kalo ragu segera periksakan ke RS, mungkin saya bisa rekomendasikan RSnya, RS MMC, 5203435, dengan prof Mukhlis.
SADARI
* Berdiri di depan cermin sambil kedua tangan diletakkan di sisi tubuh.
Angkat kedua lengan dan amati dengan seksama kulit di payudara apakah ada kerutan, lekukan, perubahan ukuran atau bentuk.
Lihat apakah ada perubahan bentuk simetri pada kedua payudara.
Amati juga apakah puting susu masuk ke dalam atau ada cairan aneh yang keluar dari puting.
Sekarang letakkan kedua tangan di samping pingul lalu amati payudara Anda. Setelah itu letakkan kedua tangan di belakang kepala dan lakukan hal serupa.
* Periksa kedua payudara sambil berdiri di bawah shower ketika mandi. Lakukan hal yang serupa pada saat berbaring.
Taruh satu tangan di belakang kepala, sementara tangan yang satu melakukan gerak pijatan memutar searah jarum jam di daerah jaringan payudara, puting, dan jaringan di bawah ketiak.
Ulangi cara ini pada payudara yang sebelah. Bila Anda melakukannya saat mandi, sabun dan air membuat kulit licin hingga mampermudah pemeriksaan.
* Periksa apakah ada benjolan yang tidak lenyap atau tidak berubah. Benjolan yang abnormal bisa muncul tiba-tiba dan menetap.
Benjolan ini berbeda-beda bentuk dan kekerasannya dan kadang terasa keras dengan tepi yang tidak teratur.
Kadang benjolan itu berupa penebalan jaringan tanpa garis batas yang jelas. Ingat, benjolan kanker biasanya tidak terasa sakit.
Setiap bulan lakukan pemeriksaan sendiri terhadap payudara agar bila ada benjolan baru bisa segera diketahui.
Bila Anda sudah menopause lakukan pemeriksaan payudara pada tanggal yang sama setiap bulan.
Bila Anda belum menopause, waktu terbaik untuk untuk memeriksa payudara 7-10 hari setelah terakhir haid. Benjolan kanker payudara biasannya tidak sakit.
Amati dan raba payudara Anda apakah ada benjolan atau pembengkakan. Bila ada yang tidak beres, segera ke dokter.
American Cancer Society menganjurkan perempuan menjalani pemeriksaan klinis payudara sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin, setiap tiga tahun sekali untuk perempuan berusia 20-39 tahun dan setiap tahun untuk perempuan di atas 40 tahun.
ini untuk info tambahan aja
Pada kanker payudara, penilaian TNM sebagai berikut :
• T (Tumor size), ukuran tumor :
T 0 : tidak ditemukan tumor primer
T 1 : ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang
T 2 : ukuran tumor diameter antara 2-5 cm
T 3 : ukuran tumor diameter > 5 cm
T 4 : ukuran tumor berapa saja, tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding dada atau pada keduanya , dapat berupa borok, edema atau bengkak, kulit payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama
• N (Node), kelenjar getah bening regional (kgb) :
N 0 : tidak terdapat metastasis pada kgb regional di ketiak / aksilla
N 1 : ada metastasis ke kgb aksilla yang masih dapat digerakkan
N 2 : ada metastasis ke kgb aksilla yang sulit digerakkan
N 3 : ada metastasis ke kgb di atas tulang selangka (supraclavicula) atau pada kgb di mammary interna di dekat tulang sternum
• M (Metastasis) , penyebaran jauh :
M x : metastasis jauh belum dapat dinilai
M 0 : tidak terdapat metastasis jauh
M 1 : terdapat metastasis jauh
1.2.2.2. Setelah masing-masing faktot T,.N,M didapatkan, ketiga faktor tersebut kemudian digabung dan didapatkan stadium kanker sebagai berikut :
Stadium 0 : T0 N0 M0
Stadium 1 : T1 N0 M0
Stadium II A : T0 N1 M0 / T1 N1 M0 / T2 N0 M0
Stadium II B : T2 N1 M0 / T3 N0 M0
Stadium III A : T0 N2 M0 / T1 N2 M0 / T2 N2 M0 / T3 N1 M0 / T2 N2 M0
Stadium III B : T4 N0 M0 / T4 N1 M0 / T4 N2 M0
Stadium III C : Tiap T N3 M0
Stadium IV : Tiap T-Tiap N -M1
PROGNOSIS
Stadium klinis dari kanker payudara merupakan indikator terbaik untuk menentukan prognosis penyakit ini.
Angka kelangsungan hidup 5 tahun pada penderita kanker payudara yang telah menjalani pengobatan yang sesuai mendekati:
- 95% untuk stadium 0
- 88% untuk stadium I
- 66% untuk stadium II
- 36% untuk stadium III
- 7% untuk stadium IV.
Dalam banyak kasus, dokter akan bekerjasama dengan pasien untuk menentukan rencana pengobatan Meskipun pengobatan tiap pasien akan di sesuaikan oleh dokter.
Tapi berikut adalah langkah-langkah umum yang dilakukan dalam pengobatan kanker payudara :
* Tujuan utama pengobatan kanker stadium awal adalah mengangkat tumor dan membersihkan jaringan disekitar tumor.
Jadi dokter akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat tumor. Umumnya kemudian akan dilakukan terapi radiasi pada jaringan payudara yang masih ada.
Untuk keadaan tertentu ( misalnya, pasien dengan problem medis yang serius ) radiasi bisa jadi ditunda.
* Tahapan berikut dalam menangani kanker stadium awal adalah mengurangi resiko kanker akan kambuh dan membuang sel kanker yang masih ada.
Bila tumornya lebar atau saluran kelenjar getah bening telah terserang kanker juga, dokter akan merekomendasikan terapi tambahan, antara lain : Terapi Radiasi, Chemotherapy, dan / atau hormone terapi.
Sedang untuk kanker yang kambuh lagi, diperlakukan dengan bermacam-macam cara. Ketika merencanakan pengobatan, dokter akan mempertimbangkan beberapa factor :
* Stadium dan grade kanker
* Satus tumor hormone receptor (ER, PR) dan status HER2/neu
* Umur pasien dan kesehatannya secara umum
* Pasien sudah menopause atau belum
* Adanya mutasi dari gen kanker payudara Kondisi biologi kanker payudara memberi efek pada tingkah laku kankernya dan pengobatannya.
Beberapa tumor ukurannya kecil tapi tumbuhnya cepat atau ukurannya besar tapi tumbuhnya lambat.
Pada kanker payudara, penilaian TNM sebagai berikut :
• T (Tumor size), ukuran tumor :
T 0 : tidak ditemukan tumor primer
T 1 : ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang
T 2 : ukuran tumor diameter antara 2-5 cm
T 3 : ukuran tumor diameter > 5 cm
T 4 : ukuran tumor berapa saja, tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding dada atau pada keduanya , dapat berupa borok, edema atau bengkak, kulit payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama
• N (Node), kelenjar getah bening regional (kgb) :
N 0 : tidak terdapat metastasis pada kgb regional di ketiak / aksilla
N 1 : ada metastasis ke kgb aksilla yang masih dapat digerakkan
N 2 : ada metastasis ke kgb aksilla yang sulit digerakkan
N 3 : ada metastasis ke kgb di atas tulang selangka (supraclavicula) atau pada kgb di mammary interna di dekat tulang sternum
• M (Metastasis) , penyebaran jauh :
M x : metastasis jauh belum dapat dinilai
M 0 : tidak terdapat metastasis jauh
M 1 : terdapat metastasis jauh
1.2.2.2. Setelah masing-masing faktot T,.N,M didapatkan, ketiga faktor tersebut kemudian digabung dan didapatkan stadium kanker sebagai berikut :
Stadium 0 : T0 N0 M0
Stadium 1 : T1 N0 M0
Stadium II A : T0 N1 M0 / T1 N1 M0 / T2 N0 M0
Stadium II B : T2 N1 M0 / T3 N0 M0
Stadium III A : T0 N2 M0 / T1 N2 M0 / T2 N2 M0 / T3 N1 M0 / T2 N2 M0
Stadium III B : T4 N0 M0 / T4 N1 M0 / T4 N2 M0
Stadium III C : Tiap T N3 M0
Stadium IV : Tiap T-Tiap N -M1
PROGNOSIS
Stadium klinis dari kanker payudara merupakan indikator terbaik untuk menentukan prognosis penyakit ini.
Angka kelangsungan hidup 5 tahun pada penderita kanker payudara yang telah menjalani pengobatan yang sesuai mendekati:
- 95% untuk stadium 0
- 88% untuk stadium I
- 66% untuk stadium II
- 36% untuk stadium III
- 7% untuk stadium IV.
Dalam banyak kasus, dokter akan bekerjasama dengan pasien untuk menentukan rencana pengobatan Meskipun pengobatan tiap pasien akan di sesuaikan oleh dokter.
Tapi berikut adalah langkah-langkah umum yang dilakukan dalam pengobatan kanker payudara :
* Tujuan utama pengobatan kanker stadium awal adalah mengangkat tumor dan membersihkan jaringan disekitar tumor.
Jadi dokter akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat tumor. Umumnya kemudian akan dilakukan terapi radiasi pada jaringan payudara yang masih ada.
Untuk keadaan tertentu ( misalnya, pasien dengan problem medis yang serius ) radiasi bisa jadi ditunda.
* Tahapan berikut dalam menangani kanker stadium awal adalah mengurangi resiko kanker akan kambuh dan membuang sel kanker yang masih ada.
Bila tumornya lebar atau saluran kelenjar getah bening telah terserang kanker juga, dokter akan merekomendasikan terapi tambahan, antara lain : Terapi Radiasi, Chemotherapy, dan / atau hormone terapi.
Sedang untuk kanker yang kambuh lagi, diperlakukan dengan bermacam-macam cara. Ketika merencanakan pengobatan, dokter akan mempertimbangkan beberapa factor :
* Stadium dan grade kanker
* Satus tumor hormone receptor (ER, PR) dan status HER2/neu
* Umur pasien dan kesehatannya secara umum
* Pasien sudah menopause atau belum
* Adanya mutasi dari gen kanker payudara Kondisi biologi kanker payudara memberi efek pada tingkah laku kankernya dan pengobatannya.
Beberapa tumor ukurannya kecil tapi tumbuhnya cepat atau ukurannya besar tapi tumbuhnya lambat.
Ada tiga teknik yang bisa digunakan untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini.
Dengan menggunakan ultrasound, sistem mamotome, dan bipsi getah bening sentinel.
Cepat Ditangani
1. Ultrsound yang digunakan pada ruan gpraktik dokter merupakan bagian dari pemeriksaan klinis tambahan pemeriksaan payudara.
Alat tersebut sangat penting artinya dalam menentukan karakteristik massa payudara yang jelas maupun yang tidak jelas.
Penggunaan USG ini juga berguna untuk membedakan kista yang ada pada payudara, baik jinak maupun ganas.
Sebagai gambaran, kanker akan terdeteksi dari gelombang suara yang dikeluarkan oleh USG. Gelombagn suara tersebut akan lebih tinggi dengan abtasan yang tidak beraturan.
Pemeriksaan dengan ultrasound pada saat konsultasi akan membuat masalah yang dialami oleh pasien bisa ditangani dengan cepat. Kista ataupun benjolan yang terdapat pada payudara juga bisa dibiopsi dengan sayatan minimal untuk kemudian dianalisis.
Hal ini tentu saja akan mengurangi kecemasan pasien. Tentu saja juga akan mengurangibiaya bila dibandingkan melakukan biopsi dengan bedah terbuka.
2. Mammografi digital (digital mammography), dan dalam beberapa kejadian, magnetic resonance imaging (MRI).
Dengan menggunakan ultrasound, sistem mamotome, dan bipsi getah bening sentinel.
Cepat Ditangani
1. Ultrsound yang digunakan pada ruan gpraktik dokter merupakan bagian dari pemeriksaan klinis tambahan pemeriksaan payudara.
Alat tersebut sangat penting artinya dalam menentukan karakteristik massa payudara yang jelas maupun yang tidak jelas.
Penggunaan USG ini juga berguna untuk membedakan kista yang ada pada payudara, baik jinak maupun ganas.
Sebagai gambaran, kanker akan terdeteksi dari gelombang suara yang dikeluarkan oleh USG. Gelombagn suara tersebut akan lebih tinggi dengan abtasan yang tidak beraturan.
Pemeriksaan dengan ultrasound pada saat konsultasi akan membuat masalah yang dialami oleh pasien bisa ditangani dengan cepat. Kista ataupun benjolan yang terdapat pada payudara juga bisa dibiopsi dengan sayatan minimal untuk kemudian dianalisis.
Hal ini tentu saja akan mengurangi kecemasan pasien. Tentu saja juga akan mengurangibiaya bila dibandingkan melakukan biopsi dengan bedah terbuka.
2. Mammografi digital (digital mammography), dan dalam beberapa kejadian, magnetic resonance imaging (MRI).
Sadari LEbih Awal Gejala Kanker Payudara...
Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara.
Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.
Penyebab
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara.
Faktor Risiko
Beberapa faktor risiko yang berpengaruh adalah :
1. Usia.
Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.
2. Pernah menderita kanker payudara.
Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.
3. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.
4. Faktor genetik dan hormonal.
5. Pernah menderita penyakit payudara non-kanker.
6. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.
7. Pemakaian pil kb atau terapi sulih estrogen.
8. Obesitas pasca menopause.
9. Pemakaian alkohol.
10 Pemakaian alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
11. Bahan kimia.
Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
12. DES (dietilstilbestrol).
Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara.
13 Penyinaran.
Gejala dan Tanda
Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur.
Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit.
Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Pada kanker stadium lanjut, bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara.
Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk.
Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah benjolan atau massa di ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu
(biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah), perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu),
payudara tampak kemerahan, kulit di sekitar puting susu bersisik, puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal, nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara.
Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.
Pencegahan
Banyak faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker.
Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhan jika masih pada stadium dini.
Sadari, pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini.
Penatalaksanaan
Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi penderita, yaitu sekitar 1 minggu atau lebih setelah biopsi.
Pengobatannya terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon.
Terapi penyinaran digunakan untuk membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.
Sabtu, 05 Juni 2010
Aktifitas listrik otak dalam labirin autis
Pada kesempatan kali ini saya ingin memberi sedikit pengetahuan bagi anda semua.Dengan judul diatas saya menspesifikannya jadi Brain Mapping sebagai Mata Pertama; Merefleksikan Area Defisit Otak Bayi dengan Kecenderungan Autis.Silahkan dibaca,dikomentari,dipuji,yang baik-baik tentunya.
»» read more
Pengertian Autis yang penting untuk diketahui
Autisme adalah gangguan perkembangan yang secara garis besar mempengaruhi 3 hal, yakni gangguan interaksi sosial dan hubungan timbal balik, komunikasi meliputi kemampuan berbicara dan kemampuan non-verbal, serta perilaku repetitive dan stereotipik . Ketiga hal ini menjadi penyebab penurunan kualitas hidup seseorang, ditambah dengan jumlahnya yang melonjak tinggi, autisme menjadi sebuah masalah kesehatan nasional yang harus segera mendapatkan perhatian lebih.
Pendeteksian anak autis
Kriteria pendeteksian yang digunakan sekarang ini adalah dengan menggunakan
kriteria yang dikeluarkan oleh American Psychiatric Association dalam Diagnostic and Statistical Manual IV (DSM-IV), dimana autisme digolongkan ke dalam Pervasive Developmental Disorders, bila memiliki kriteria sebagai berikut:
1.Gangguan dalam bidang komunikasi verbal maupun non-verbal
1.Gangguan dalam bidang komunikasi verbal maupun non-verbal
- Terlambat bicara
- Meracau dengan bahasa yag tidak dapat dimengerti orang lain
- Bila kata-kata mulai diucapkan ia tak dapat mengerti artinya
- Bicara tidak dipakai untuk komunikasi
- Ia banyak meniru atau membeo (echolalia)
- Beberapa anak sangat pandai untuk meniru nyanyian, nada maupun kata-katanya, tanpa mengerti artinya
- Sebagian, 20% dari anak-anak ini tetap tak dapat bicara sampai dewasa
- Bila menginginkan sesuatu ia menarik tangan yang terdekat dan mengharapkan tangan tersebut melakukan sesuatu untuknya
- Menolak/menghindar untuk bertatap mata
- Tak mau menengok bila dipanggil
- Seringkali menolak untuk dipeluk
- Tak ada usaha untuk melakukan interaksi dengan orang lain malah lebih asyik main sendiri
- Bila didekati untuk diajak main ia malah menjauh
- Pada anak autism terlihat adanya perilaku yang berlebihan (excessive) dan kekurangan (deficient)
- Contoh perilaku yang berlebihan (excessive), adalah:
- Adanya hiperaktifitas motorik, seperti tidak bisa diam, lari kesana-kesini tak terarah, melompat-lompat, berputar-putar, memukul-mukul pintu atau meja, mengulang-ngulang suatu gerakan tertentu
- Sedangkan contoh perilaku yang kekurangan adalah:
- Duduk diam atau bengong dengan tatapan mata yang kosong, bermain secara monoton, dan kurang variatif secaara berulang-ulang
- Duduk diam terpukau oleh suatu hal, misalnya bayangan atau benda-benda yang berputar
- Kadang-kadang ada kelekatan pada benda tertentu, seperti sepotong tali, kartu, kertas, gambar, gelang karet, atau apa saja yang terus dipegangnya dan dibawa kemana-mana
- Perilaku yang ritualistik sering terjadi
- Tidak ada atau kurangnya rasa empati, misalnya melihat anak menangis ia tidak merasa kasihan melainkan merasa terganggu dan anak yang sedang menangis tersebut mungkin didatangi dan dipukulnya
- Tertawa-tawa sendiri, menangis atau marah tanpa sebab yang nyata
- Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum), terutama bila tidak mendapatkan apa yang diinginkan, bahkan bisa menjadi agresif dan destruktif
- Mencium-cium, menggigit atau menjilat mainan atau benda apa saja
- Bila mendengar suara keras langsung menutup telinga
- Tidak menyukai rabaan atau pelukan
- Merasa sangat tidak nyaman bila memakai pakaian dari bahan yang kasar
Kriteria diagnostik dari DSM IV ini biasanya dilakukan pada anak yang berusia 1-3 tahun, malah mungkin 2-3 tahun, yakni usia dimana sang ibu mulai merasa heran dengan perilaku anaknya yang menunjukkan sikap tak seyogyanya ketika bermain dengan teman sepermainannya. Dan diagnosis yang dilakukan lebih bersifat memantau dengan seksama apa yang menjadi ‘kelainan’ dari perkembangan anak semestinya.
Deteksi autis dengan menggunakan EEG-brain mapping, bermaksud untuk menggunakan waktu 0-1 tahun yang tidak ‘terdeteksi’ secara makro oleh sang ibu. Pemilihan EEG-brain mapping untuk kasus autis ini dikarenakan, aman, murah dan non-invasive yang memberikan benefit bagi sang pasien. Sedangkan dari sisi medis sendiri, hal ini dikarenakan adanya hubungan yang sangat kuat antara area defisit dengan aktifitas listrik yang akan hadir di dalam perekaman EEG, sehingga tepat untuk merefleksikan area defisit yang terdapat pada bayi dengan kecenderungan autis.
o Pada dasarnya, setiap kegiatan otak yang masih berfungsi pada organisme yang hidup, dapat terdeteksi dan di-amplify melalui EEG, karena terdapat kegiatan listrik disana akibat dari penjalaran impuls yang bersumasi pada dendrite dan akson di sel-sel pyramidal yang tedapat di lapisan korteks otak, baik yang berasal dari aktifitas internal korteks yakni dari hemisfer yang sama maupun dari hemisfer kontralateral dan yang berasal dari aktifitas eksternal korteks yakni dari neuron-neuron thalamus dan area subcortical non-thalamus lainnya
o Karakteristik autis ini merupakan implikasi dari adanya disfungsi Multy Sensory Integration, pada area defisit Mirror Neuron System (area premotor korteks) yang memproyeksikan ‘potongan’ persepsi melalui Neuronal Perception Pathway diseluruh korteks serebri sehingga tidak terbentuknya gambaran utuh untuk membentuk respon behavior, imitation, dan komunikasi. Gambaran utuh yang sampai menuju korteks serebri juga merupakan implikasi dari system thalamokortikal yang diaktifkan RAS, sehingga korteks memberikan umpan balik terhadap peningkatan aktifitas RAS-thalamokortikal. Pada autisme, mekanisme tersebut terganggu pada tingkat pembentukkan persepsi.
o Parameter terdeteksinya autis melalui EEG-brain mapping adalah; gelombang beta yang seharusnya mendominasi otak bayi, digantikan dengan dominasi alpha dan theta
o Hadirnya alpha dikarenakan system thalamokortikal yang membawa muatan sensorik spesifik dari RAS yang terosilasi umpan balik korteks, akan menunjukkan disfungsinya yang dikarenakan hipoperfusi di korteks (disfungsi Neuronal Perceptional Pathway), sehingga generator alfa di batang otak meningkat
o Gelombang theta meningkat karena asosiasi atau pathway dari frontal, parietal dan temporal terganggu, kompetisi intensitas listrik yang menuju korteks lebih banyak berasal dari thalamus atau system limbik, secara acak, tanpa persepsi sensoris spesifik serta terjadinya down-regulation dari dopaminergik di lobus frontalis.
Terakhir yang ini
o Jendela kesempatan untuk mengurangi, meminimalisasi bahkan meniadakan karakteristik autism terdapat di neurogenesis, sinaptogenesis, eliminasi sinaptik, dan plasticity yang terjadi pada tahap perkembangan otak bayi dan memuncak pada umur 0-1 tahun. Untuk itu, diperlukan deteksi sebelum melewati masa ini, agar area defisit pada bayi dengan kecenderungan autis dapat berkurang
Label:
anak
|
0
komentar
hipertensi
Hipertensi atau Darah Tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama). Hipertensi merupakan kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri. Satu-satunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah kita secara teratur.
Diketahui 9 dari 10 orang yang menderita hipertensi tidak dapat diidentifikasi penyebab penyakitnya. Itulah sebabnya hipertensi dijuluki pembunuh diam-diam atau silent killer. Seseorang baru merasakan dampak gawatnya hipertensi ketika telah terjadi komplikasi. Jadi baru disadari ketika telah menyebabkan gangguan organ seperti gangguan fungsi jantung, koroner, fungsi ginjal, gangguan fungsi kognitif atau stroke .Hipertensi pada dasarnya mengurangi harapan hidup para penderitanya.
Hipertensi selain mengakibatkan angka kematian yang tinggi (high case fatality rate) juga berdampak kepada mahalnya pengobatan dan perawatan yang harus ditanggung para penderita. Perlu pula diingat hipertensi berdampak pula bagi penurunan kualitas hidup.
Hipertensi sebenarnya dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Jika salah satu orang tua terkena Hipertensi, maka kecenderungan anak untuk menderita Hipertensi adalah lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki orang tua penderita Hipertensi.
Diagnosis
Secara umum seseorang dikatakan menderita hipertensi jika tekanan darah sistolik/diastoliknya melebihi 140/90 mmHg (normalnya 120/80 mmHg). Sistolik adalah tekanan darah pada saat jantung memompa darah ke dalam pembuluh nadi (saat jantung mengkerut). Diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung mengembang dan menyedot darah kembali (pembuluh nadi mengempis kosong).
Sebetulnya batas antara tekanan darah normal dan tekanan darah tinggi tidaklah jelas, sehingga klasifikasi Hipertensi dibuat berdasarkan tingkat tingginya tekanan darah yang mengakibatkan peningkatan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Menurut WHO, di dalam guidelines terakhir tahun 1999, batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg, sedangkan bila lebih dari 140/90 mmHG dinyatakan sebagai hipertensi; dan di antara nilai tsb disebut sebagai normal-tinggi. (batasan tersebut diperuntukkan bagi individu dewasa diatas 18 tahun).
Gejala
Mekanisme Terjadinya Hipertensi Gejala-gejala hipertensi antara lain pusing, muka merah, sakit kepala, keluar darah dari hidung secara tiba-tiba, tengkuk terasa pegal, dan lain-lain. Dampak yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi adalah kerusakan ginjal, pendarahan pada selaput bening (retina mata), pecahnya pembuluh darah di otak, serta kelumpuhan.
Faktor Penyebab
Berdasarkan penyebabnya, Hipertensi dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :
1.Hipertensi esensial atau primer
Penyebab pasti dari hipertensi esensial sampai saat ini masih belum dapat diketahui. Namun, berbagai faktor diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi primer, seperti bertambahnya umur, stres psikologis, dan hereditas (keturunan). Kurang lebih 90% penderita hipertensi tergolong Hipertensi primer sedangkan 10% nya tergolong hipertensi sekunder.
2.Hipertensi sekunder
Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui, antara lain kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme), dan lain lain. Karena golongan terbesar dari penderita hipertensi adalah hipertensia esensial, maka penyelidikan dan pengobatan lebih banyak ditujukan ke penderita hipertensi esensial.
Berdasarkan faktor akibat Hipertensi terjadi peningkatan tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:
- Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya
- Terjadi penebalan dan kekakuan pada dinding arteri akibat usia lanjut. Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan.
- Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.
Oleh sebab itu, jika aktivitas memompa jantung berkurang, arteri mengalami pelebaran, dan banyak cairan keluar dari sirkulasi. Maka tekanan darah akan menurun atau menjadi lebih kecil.
Berdasarkan faktor pemicu, Hipertensi dibedakan atas yang tidak dapat dikontrol seperti umur, jenis kelamin, dan keturunan. Pada 70-80% kasus Hipertensi primer, didapatkan riwayat hipertensi di dalam keluarga. Apabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua, maka dugaan Hipertensi primer lebih besar. Hipertensi juga banyak dijumpai pada penderita kembar monozigot (satu telur), apabila salah satunya menderita Hipertensi. Dugaan ini menyokong bahwa faktor genetik mempunyai peran didalam terjadinya Hipertensi.
Sedangkan yang dapat dikontrol seperti kegemukan/obesitas, stress, kurang olahraga, merokok, serta konsumsi alkohol dan garam. Faktor lingkungan ini juga berpengaruh terhadap timbulnya hipertensi esensial. Hubungan antara stress dengan Hipertensi, diduga melalui aktivasi saraf simpatis. Saraf simpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita beraktivitas, saraf parasimpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita tidak beraktivitas.
Peningkatan aktivitas saraf simpatis dapat meningkatkan tekanan darah secara intermitten (tidak menentu). Apabila stress berkepanjangan, dapat mengakibatkan tekanan darah menetap tinggi. Walaupun hal ini belum terbukti, akan tetapi angka kejadian di masyarakat perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan di pedesaan. Hal ini dapat dihubungkan dengan pengaruh stress yang dialami kelompok masyarakat yang tinggal di kota.
Berdasarkan penyelidikan, kegemukan merupakan ciri khas dari populasi Hipertensi dan dibuktikan bahwa faktor ini mempunyai kaitan yang erat dengan terjadinya Hipertensi dikemudian hari. Walaupun belum dapat dijelaskan hubungan antara obesitas dan hipertensi esensial, tetapi penyelidikan membuktikan bahwa daya pompa jantung dan sirkulasi volume darah penderita obesitas dengan hipertensi lebih tinggi dibandingan dengan penderita yang mempunyai berat badan normal.
Pencegahan
Hipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang cukup. Hindari kebiasaan lainnya seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol diduga berpengaruh dalam meningkatkan resiko Hipertensi walaupun mekanisme timbulnya belum diketahui pasti.
Pengobatan
Olah raga lebih banyak dihubungkan dengan pengobatan hipertensi, karena olah raga isotonik (spt bersepeda, jogging, aerobic) yang teratur dapat memperlancar peredaran darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Olah raga juga dapat digunakan untuk mengurangi/ mencegah obesitas dan mengurangi asupan garam ke dalam tubuh (tubuh yang berkeringat akan mengeluarkan garam lewat kulit).
Pengobatan hipertensi secara garis besar dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
1.Pengobatan non obat (non farmakologis)
2.Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis)
Pengobatan non obat (non farmakologis)
Pengobatan non farmakologis kadang-kadang dapat mengontrol tekanan darah sehingga pengobatan farmakologis menjadi tidak diperlukan atau sekurang-kurangnya ditunda. Sedangkan pada keadaan dimana obat anti hipertensi diperlukan, pengobatan non farmakologis dapat dipakai sebagai pelengkap untuk mendapatkan efek pengobatan yang lebih baik.
Pengobatan non farmakologis diantaranya adalah :
1.Diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh
2.Mengurangi asupan garam ke dalam tubuh.
Nasehat pengurangan garam, harus memperhatikan kebiasaan makan penderita. Pengurangan asupan garam secara drastis akan sulit dilaksanakan. Cara pengobatan ini hendaknya tidak dipakai sebagai pengobatan tunggal, tetapi lebih baik digunakan sebagai pelengkap pada pengobatan farmakologis.
3.Ciptakan keadaan rileks
Berbagai cara relaksasi seperti meditasi, yoga atau hipnosis dapat mengontrol sistem saraf yang akhirnya dapat menurunkan tekanan darah.
4.Melakukan olah raga seperti senam aerobik atau jalan cepat selama 30-45 menit sebanyak 3-4 kali seminggu.
5.Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol
Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis)
Obat-obatan antihipertensi. Terdapat banyak jenis obat antihipertensi yang beredar saat ini. Untuk pemilihan obat yang tepat diharapkan menghubungi dokter.
•Diuretik
Obat-obatan jenis diuretik bekerja dengan cara mengeluarkan cairan tubuh (lewat kencing) sehingga volume cairan ditubuh berkurang yang mengakibatkan daya pompa jantung menjadi lebih ringan.
Contoh obatannya adalah Hidroklorotiazid.
•Penghambat Simpatetik
Golongan obat ini bekerja dengan menghambat aktivitas saraf simpatis (saraf yang bekerja pada saat kita beraktivitas ).
Contoh obatnya adalah : Metildopa, Klonidin dan Reserpin.
•Betabloker
Mekanisme kerja anti-hipertensi obat ini adalah melalui penurunan daya pompa jantung. Jenis betabloker tidak dianjurkan pada penderita yang telah diketahui mengidap gangguan pernapasan seperti asma bronkial.
Contoh obatnya adalah : Metoprolol, Propranolol dan Atenolol. Pada penderita diabetes melitus harus hati-hati, karena dapat menutupi gejala hipoglikemia (kondisi dimana kadar gula dalam darah turun menjadi sangat rendah yang bisa berakibat bahaya bagi penderitanya). Pada orang tua terdapat gejala bronkospasme (penyempitan saluran pernapasan) sehingga pemberian obat harus hati-hati.
•Vasodilator
Obat golongan ini bekerja langsung pada pembuluh darah dengan relaksasi otot polos (otot pembuluh darah). Yang termasuk dalam golongan ini adalah : Prasosin, Hidralasin. Efek samping yang kemungkinan akan terjadi dari pemberian obat ini adalah : sakit kepala dan pusing.
•Penghambat ensim konversi Angiotensin
Cara kerja obat golongan ini adalah menghambat pembentukan zat Angiotensin II (zat yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah).
Contoh obat yang termasuk golongan ini adalah Kaptopril. Efek samping yang mungkin timbul adalah : batuk kering, pusing, sakit kepala dan lemas.
•Antagonis kalsium
Golongan obat ini menurunkan daya pompa jantung dengan cara menghambat kontraksi jantung (kontraktilitas). Yang termasuk golongan obat ini adalah : Nifedipin, Diltiasem dan Verapamil. Efek samping yang mungkin timbul adalah : sembelit, pusing, sakit kepala dan muntah.
•Penghambat Reseptor Angiotensin II
Cara kerja obat ini adalah dengan menghalangi penempelan zat Angiotensin II pada reseptornya yang mengakibatkan ringannya daya pompa jantung. Obat-obatan yang termasuk dalam golongan ini adalah Valsartan (Diovan). Efek samping yang mungkin timbul adalah : sakit kepala, pusing, lemas dan mual.
Dengan pengobatan dan kontrol yang teratur, serta menghindari faktor resiko terjadinya hipertensi, maka angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan.
Label:
penyakit dalam
|
0
komentar
Tips Mengatasi Wasir/Ambeian
Tips Mengatasi Wasir
sumber gambar HemoroidKhalayak pada umumnya sudah sangat mengenal wasir atau Hemoroid (haemorrhoids). Meski tergolong penyakit tidak berbahaya, wasir tak urung membuat resah bagi yang mengalaminya. Terlebih jika keluar tonjolan wasir di muara dubur (anus). Demikian pula ketika darah segar menetes-netes dari dubur, adakalanya mengakibatkan si penderita wasir menjadi pucat pasi.
:: :: :: PENGERTIAN :: :: ::
Wasir atau hemoroid adalah membengkaknya jaringan dinding dubur (anus) yang mengandung pembuluh darah balik (vena). Penyakit ini tidak membahayakan jiwa dan adakalanya tidak menunjukkan keluhan. Berdasarkan letaknya, wasir terbagi menjadi 2 jenis, yakni hemoroid interna dan hemoroid eksterna.
:: :: :: FAKTOR PENCETUS :: :: ::
Pada dasarnya wasir ditimbulkan oleh tekanan rongga perut (abdomen) berkepanjangan yang mengakibatkan pelebaran pembuluh darah balik (vena) dan pembengkakan jaringan di dinding dubur. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang yang sering mengejan, wanita hamil dan pekerja berat (angkat-angkat berat).
Beberapa faktor pencetus timbulnya wasir, diantaranya:
* Sembelit (konstipasi). Kotoran yang keras menyebabkan seseorang sering mengejan saat buang air besar. Kondisi ini lambat laun dapat memicu timbulnya wasir.
* Wanita hamil. Dalam keadaan hamil, tekanan rongga perut meningkat lantaran ada janin dalam kandungan. Tak jarang diikuti konstipasi, yang berpotensi menderita wasir. Kondisi yang sama dapt dialami oleh wanita pasca melahirkan karena mengejan.
* Kegemukan, proses penuaan, diare berkepanjangan dan anal seks adalah faktor-faktor lain yang dapat memicu timbulnya wasir.
:: :: :: TANDA-TANDA :: :: ::
Pada umumnya, wasir mudah dikenali terutama jika penderita menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:
* Gatal dan nyeri di permukaan dubur.
* Keluarnya lendir atau darah bersama kotoran.
* Tetesan darah segar dari dubur.
* Benjolan lunak di permukaan dubur. Pada kasus yang berat, timbul benjolan besar disertai rasa nyeri hingga perderita sulit duduk.
* Kendati tanda-tanda wasir mudah dikenali, tidak semua penderita wasir menunjukkan adanya keluhan.
:: :: :: TIPS MENGATASI WASIR :: :: ::
Agar tidak bertambah berat, para penderita wasir perlu memperhatikan beberapa tips sebagai berikut:
* Usahakan berendam air hangat untuk mengurangi nyeri dan menjaga kebersihan dubur selama sekitar 15 menit, setidaknya 2-3 kali dalam sehari.
* Mengkonsumsi makanan berserat agar kotoran (feces) menjadi lunak, misalnya: buah-buahan dan sayur mayur.
* Menghindari minuman beralkohol agar kotoran tidak keras.
* Minum dalam jumlah yang cukup, sedikitnya 1,5 liter dalam sehari.
* Hindari menggosok-gosok daerah dubur agar tidak terjadi perlukaan.
* Jangan membiasakan menahan buang air besar dan jangan pula memaksa untuk buang air besar.
* Hindari berlama-lama nongkrong di toilet saat buang air besar, misalnya sambil membaca, karena kebiasaan ini akan meningkatkan tekanan di daerah dubur.
* Olah raga teratur.
* Gunakan obat antihemoroid sesuai anjuran dokter
Wasir memang menyakitkan, bengkak vena pada anus atau dubur, dan dapat terjadi dari ketika kita berusaha untuk buang air besar.
American Academy of Family Physicians memberikan tips-tips berikut untuk membantu menenangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan wasir:
* Ambil mandi air hangat.
* Gunakan membasahi kertas toilet atau towelette basah untuk membersihkan diri setelah buang air besar.
* Oleskan kompres es.
* Ambil sebuah over-the-counter pain reliever.
* Coba krim topikal - ketika direkomendasikan oleh dokter Anda. Mati rasa krim yang membantu daerah mungkin mengandung witch hazel, atau yang meredakan gatal mungkin mengandung hidrokortison.
Label:
bedah
|
0
komentar
Selasa, 18 Mei 2010
Cara Memperoleh Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP)
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/148/I/2010tentang Ijin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat telah diatur bagaimana cara memperoleh Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP).
Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP) adalah bukti tertulis yang diberikan kepada Perawat untuk melakukan praktik keperawatan secara perorangan dan/atau berkelompok.
Surat Tanda Registrasi (STR) adalah bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenanga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi sesuai ketentuan perawaturan perundang-undangan.
Untuk memperoleh SIPP, Perawat harus mengajukan permohonan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten /Kota dengan melampirkan :
a. fotocopy Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku dan dilegalisisr;
b. surat keterangan sehat fisik dari dokter yang memiliki Surat Ijin Praktik;
c. surat pernyataan memiliki tempat praktik;
d. pas foto berwarna terbaru ukuran 4×6 sebanyak 3 (tiga) lembar; dan
e. rekomendasi dari Organisasi Profesi
b. surat keterangan sehat fisik dari dokter yang memiliki Surat Ijin Praktik;
c. surat pernyataan memiliki tempat praktik;
d. pas foto berwarna terbaru ukuran 4×6 sebanyak 3 (tiga) lembar; dan
e. rekomendasi dari Organisasi Profesi
Contoh surat permohonan SIPP
Perihal : Permohonan Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP)
Kepada Yth,
Pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.....................
Dengan hormat,
Yang bertanda tangan dibawah ini,
Nama Lengkap : ...
Alamat : ...
Tempat, tanggal lahir : ...
Jenis Kelamin : ...
Tahun Lulusan : ...
Dengan ini mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Ijin Praktik Perawat.
Sebagai pertimbangan terlampir:
a. fotocopy Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku dan dilegalisisr;
b. surat keterangan sehat fisik dari dokter yang memiliki Surat Ijin Praktik;
c. surat pernyataan memiliki tempat praktik;
d. pas foto berwarna terbaru ukuran 4x6 sebanyak 3 (tiga) lembar; dan
e. rekomendasi dari organisasi profesi
Demikian atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.
...,...
Pemohon
...
Label:
informasi
|
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
jam
Jumlah pengunjung
Laskar X-Pan City
- Perawat Ksatria Indonesia
- Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
- Dunia telah memberikan arti bagi hidupku. Saya hanyalah anak kampung yang tidak ingin ketinggalan dengan kemajuan teknologi. Bukan saatny orang kampung termarjinalkan. Sekarang adalah saatnya untuk maju. membuka bakat terpendam yang dimiliki oleh orang kampung seperti saya ini.
Perjalananku
- [TIPS] (8)
- anak (2)
- askep (6)
- bedah (10)
- bisnisku (5)
- curahan hatiku (9)
- dari sahabatku (10)
- gawat darurat (4)
- GIZI (1)
- hanya cerita (2)
- Hiburan (5)
- ilmu (22)
- ilmu jiwa (1)
- informasi (12)
- kulit (1)
- maternitas (2)
- motivasi (2)
- musik (1)
- my fam (1)
- obat (1)
- pedoman perawat (1)
- penyakit dalam (3)
- skripsi (1)
- SYARAF (1)
- teman (2)
- Untuk mengingatkan (11)
- VITAMIN (6)














