barisan sponsor

Tampilkan postingan dengan label Untuk mengingatkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untuk mengingatkan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 Juli 2012

nasehat


1. Seluruh kehidupan telah diatur oleh penguasa, apalah yg mau dimohon?
2. Hari ini tidak tahu masalah esok, apalah yg mau dikuatirkan?
3. Kalaulah tidak menghormati orang tua, lalu menghormati junjungan dunia, apalah arti penghormatan itu?
4. Kakak adik adalah saudara, apalah yg perlu dipertengkarkan?
5. Anak cucu punya rezeki masing2, apalah yg mau dicemaskan?
6. Kalau belum mendapatkan keberuntungan, apalah yg mau dipaksakan?
7. Didunia ini sulit menemukan kebahagiaan, mengapa harus sedih?
8. Berpakaianlah yg sopan dan sederhana, apalah yg mau dipamerkan?
9. Bagaimana lezatnya makanan, hanya sebatas lidah, mengapa harus rakus?
10. Setelah meninggal, tak sesenpun yg dibawa, mengapa harus pelit?
11. Senior meluku, junior memetik, apalah yg mau diperebutkan?
12. Disatu sisi mendapatkan, disisi lain kehilangan, mengapa harus serakah?
13. Tiga jengkal diatas kepala ada Tuhan, mengapa harus mengelabui?
14. Kedudukan, kekayaan, kemuliaan bagaikan mekarnya bunga, apalah yg mau diangkuhkan?
15. Kekayaan dan kemuliaan orang telah dirintis sebelumnya, mengapa harus iri?
16. Kehidupan lalu tidak dibina, sekarang menderita, mengapa harus mengeluh?
17. Orang berjudi tidak akan ada hasil yg baik, apalah yg mau dipermainkan?
18. Membina rumah tangga yg rajin dan hemat, melebihi memohon bantuan orang lain, apalah yg mau diboroskan?
19. Kalau saling membalas dendam, kapanlah berakhir, mengapa harus bermusuhan?
20. Orang pintar ada kalanya disesatkan oleh kepintarannya, mengapa harus licik?
21. Berdusta akan mengikis abis rezeki seumur hidup, mengapa harus berdusta?
22. Segala kesalahpahaman akhirnya akan jernih juga, apalah yg mau diperdebatkan?
23. Tidak seorang pun yg bebas masalah, mengapa harus menyalahkan?
24. Goa nurani dlm hati manusia, bukan di gunung, apalah yg mau dicari?
25. Menipu orang adalah petaka, memaklumi orang adalah berkah, apalah yg mau diramalkan?
26. Sekali ajal menjemput segala akan berakhir, apalah yg harus disibukkan?

»»  read more
Rabu, 03 November 2010

AYAH


1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun, dan selalu membutuhkan kehadirannya.


2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.



3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.



4. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. kkarena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.



5. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.



6. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskannya.



7. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.



8. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.



9. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.



10. Ayah benar-benar senang membantu seseorang, tapi ia sukar meminta bantuan.



11. Ayah di dapur. Membuat dan memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan" ^_~



12. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.



13. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu.



14. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya.



15. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.



16. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.



17. Ayah percaya orang harus tepat waktu. Karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.



18. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.



19. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara.



20. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar uang sekolahmu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah memikirkannya, bagaimana ia mendapatkannya.



21. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.



22. Ayah akan berkata, "Tanyakan saja pada ibumu," ketika ia ingin berkata, "Tidak".



23. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.



24. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.



25. Ayah mengatakan, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan.



26. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya.



27. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri.



28. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.



29. Ayah tidak suka meneteskan air mata. Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis).



30. Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...



31. Tapi, ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.



32. Ayah pernah berkata, "Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"



33. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan, "Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu".



34. Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan, "Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak. Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"



35. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu.



36. Ayah bisa membuatmu percaya diri, karena ia percaya padamu.



41. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik.



»»  read more
Selasa, 11 Mei 2010

10 Hal Yang Tak Terbeli Dengan Uang

Uang, siapun butuh uang. Orang Dewasa, Remaja bahkan anak – anak kecil sekalipun kenal dengan benda yang namanya uang. Memang uang penting dalam kehidupan, tanpa alat tukar ini kita tidak mukin bisa memenuhi kebutuhan hidup. Uang membuat sebagian orang bisa melakukan banyak hal daripada orang yang tidak memilikinya. Tetapi seberapapun pentingnya uang, masih ada hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.

1. Waktu
Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menytakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya.

2. Kebahagiaan
Memang kedengarannya aneh, Tetapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat anda merasa senang karena anda bisa membiayai liburan mewah, memberi laptop dengan fasilitas yang sangat modern, atau modifikasi mobil balap. Tapi uang tidak bisa menghadirkan secercah kebahagiaan dari dalam lubuk hati kita.

3. Kebahagiaan Anak
Untuk membelikan makan dan pakaian yang bagus – bagus untuk anak tercinta memang membutuhkan uang. Tapi anda tidak bisa menggunakan uang untuk memberi rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik serta kepandaian pada anak anda. Hal ini merupakan buah dari waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk mereka dan hal – hal baik yang anda ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan orangnya.

4. Cinta
Cinta tidak bisa dibeli dengan uang, akuilah hal ini benar. Memang dengan uang kita bisa membuat orang tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama.

5. Penerimaan
Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.

6. Kesehatan
Kita butuh uang untuk mengongkosi biaya perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu.

7. Kesuksesan
Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri.

8. Bakat
Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.

9. Sikap yang baik
Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap atau manner seseorang.

10. Kedamaian
Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uang lah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan.

oke trimakasih

TAMBAHAN DIKIT

Money can buy a house, but not a home.
Money can buy a bed, but not sleep.
Money can buy a clock, but not time.
Money can buy a book, but not knowledge.
Money can buy food, but not an appetite.
Money can buy position, but not respect.
Money can buy blood, but not life.
Money can buy medicine, but not health.
Money can buy sex, but not love.
Money can buy insurance, but not safety.

~Author Unknown

ingatlah, uang bukanlah segalanya. Ada banyak sekali hal lain yang lebih
berharga dari sekedar uang.
»»  read more
Kamis, 29 April 2010

Malaikatku



Pertama-tama saya berfikir untuk membuat posting tentang rekor-rekor dunia. namun entah mengapa saya search di mbah Google udah kebanyakan dan ide saya seakan akan udah dipakai semua sama blogger yang lain.
alhasil saya malah berhayal-hayal apakah saya bisa mecahin rekor di dunia..
itung itung buat nambah ide bikin posting di blog tercinta.
smuanya hampir tidak mungkin karna saya biasa saja. bisa buat puisi, ada yang lebih hebat.. bisa main catur, ada yang lebih dahsyat.. main bola, masi kurang kuat. hobi tidur, juga tak bisa diandalkan. sampai saya teringat apa yang bisa dijadikan alasan untuk masuk Guiness World Record !

yaitu mengenal diri saya sendiri.

ada yang lebih hebat di dunia ini dalam mengenal diri saya?? tidak ada bukan?? berarti saya kan yang paling hebat dalam hal mengenal diri saya sendiri??..

tapi tiba-tiba saya teringat...
saya masih hijau dalam mengenal dunia..
pertama lahir, saya tak tau dimana saya berada..
namun Mama membisikkan ke telinga mungil saya 'kau telah hadir di dunia nak.



















pertama hidup, saya tak mampu untuk bertahan hidup..


namun Mama setia memberikan asi dan makanan kepada saya tak peduli kehidupan yang bagaimanapun sulitnya.
























pertama masuk sekolah dan segala hal yang saya tak tahu.,
Mama siap mengajarkannya dengan sabar dan penuh perhatian..






















Mama pula yang mengajarkan saya memperdalam ilmu agama..
mau jadi apa saya kalo kemaren kemaren ga ada mama..
























mengantarkan saya ke kemanapun dengan senyum lepasnyaa..






















saya sering sok tahu. bilang begini 'Mama ini, saya tau apa yg terbaik buat saya ma !!'.. namun sesering itu pula saya salah..


























tak seperti ayah yang sering menghukum saya..






















ternyata saya tak pantas memegang rekor apapun..
dan rekor yg paling berharga di dunia adalah kemampuan mengenali diri saya.
saya tak butuh adanya rekor paling tinggi di dunia, paling pendek, paling ganteng, paling aneh. semua itu tak memberi efek ke kehidupan saya.
namun pemegang rekor dunia yang paling mampu mengenali saya itulah yang terbaik..

dia adalah..


»»  read more
Selasa, 06 April 2010

panggung sandiwara

Seperti biasa, sore ketika senja masih setia menampakkan keanggunannya. Ditempat peraduan ilmu menyusuri jalan, merentas kegalauan rasa ingin tauku. Dia pun masih membuatku tertarik untuk menatapnya, hingga membuatku tersenyum. Namun kembali sang angin membuatnya menunduk malu, dengan gerakan lembut dan tersimpan nilai estetik dalam setiap gemulainya. Menebarkan kembang putih yang menjadi pesonanya, hingga menyentuh pipiku yang geli dibuatnya. Itulah dia, masih tentang ilalang sore ini. Tak lupa sang angin pun berbisik lembut padaku, membuatku tertawa tentang parodi bumi manusia yang sedang mementaskan dua lembaga penegak hukum. Senyum getir yang tepatnya. Menarik nafas untuk menjawab pertanyaan sang angin. Yang entah begitu kelu diri ini untuk menjawab. Sesungguhnya, dalam batinku berkata semuanya sedang menunggu. Menunggu hari ketika tangan, hati, kaki, dan semua yang ada pada diri kita dimintai kesaksiannya. Termasuk pentas parodi di bumi manusia pada saat ini. Ketika raja dan ratu tikus mungkin kini sedang tertawa menantikan hidangan makan malam dalam benteng tiran yang kokoh. Menyaksikan sang kucing terperangkap harimau (bosen istilah cicak-buaya>bosem, ganti kucing-harimau, red). Jangan biarkan terlalu lama, karena rakyat sudah jengah menanti jawaban. Dalam penafikkan rasa ketidakadilan. Jangan biarkan terlalu lama, karena luka sudah menyayat terlalu dalam. ketika sang tiran kembali berjaya. Dalam jual beli kebenaran. Cukup! Hentikan! Biar kini, kami yang bergerak. Menyulut api kebebasan dari kedzaliman dan ketidakadilan yang bersarang dalam kekuasaan. karena mungkin selama ini, kami terbuai, terdiam.. semoga ini, bisa menjadi awal munculnya percikan keberanian melawan ketidakadilan. 


»»  read more

musuh negara

Masa Depan Pemberantasan Korupsi 

Telah basah hati ini karena air mata yang enggan membasahi pipi untuk menyaksikan kejanggalan dan ketidakadilan yang bermuara pada keserakahan duniawi. Hipotesis yang bukan tanpa alasan dari upaya pembuktian induktif suatu anomali, mengenai aliran Rupiah yang mengisi kantong pejabat amoral. Mata tak dapat dibohongi, nurani tak dapat diingkari ketika kebenaran yang berbicara sehingga menggerakkan raga melawan ketidakberdayaan. Ketika rakyat sudah jengah dengan kebohongan, menunggu janji yang tak kunjung ditepati. Menanti perubahan yang begitu manis terucap. Namun, tak kunjung memberi penghidupan yang lebih layak. Sebuah kesimpulan pahit akan kenyataan bahwa rakyat kami telah tertipu. Namun manisnya menikmati perahan Rupiah dari ladang-ladang kering dan subur rakyat tanpa rasa bersalah sedikitpun selalu terdengar tidak menyenangkan bagi mereka, para pemimpin dan pengemban amanah di negeri ini. Meskipun berulang kali kami mencoba untuk menangkis dugaan yang pahit akan kondisi negeri kami yang kotor, namun berulang kali pula upaya kami berujung pada kenyataan dimana terlarang untuk kami menginjakkan kaki menelusuri kebenarannya yang terkunci rapat dalam genggaman kekuasaan. Namun, yang harus mereka tau, suatu saat tabir kebenaran itu akan terungkap. 
Kebanggaan akan demokrasi hanya berada di tataran elite politik tanpa rakyat rasakan esensi yang menyentuh tataran teknis. Hal tersebut terlihat ketika mahasiswa terus berupaya meminta transparansi POM yang sudah jelas menjadi hak kami untuk mengetahuinya. Namun, itu seperti lorong panjang, gelap dan tertutup rapat menyimpan sejuta jawaban atas pertanyaan, teriakkan akan tuntutan mahasiswa terhadap haknya. Sebuah konspirasi yang merupakan bagian dari konspirasi itu sendiri. 
Oleh karena itu, masih selalu ada tersimpan energi untuk melawan tirani. Demokrasi bukanlah sekedar ketika itu menyangkut sebuah kekuasaan semata namun sudah seharusnya demokrasi berbicara pada ketidakadilan yang terbungkam, kebenaran yang terjual dan hak yang terampas. Transparansi dan akuntabilitas sudah seharusnya menjadi bagian kedewasaan demokrasi di negeri ini. Sudah saatnya di masa kini dan mendatang rakyat sungguh-sungguh memainkan perannya sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Termasuk dalam monitoring dan evaluasi kebijakan dan penggunaan keuangan untuk kepentingan rakyat. Sudah saatnya membuka hijab yang menghalangi rakyat untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan dan penggunaan anggaran yang selalu mengatasnamakan rakyat. Diharapkan masa depan pemberantasan korupsi mampu menyentuh semua aspek lembaga pemegang kebijakan publik. 
Namun, masih hangat dalam pemberitaan di berbagai media massa dan elektronik mengenai lembaga pemberantasan korupsi yang tersangkut dugaan masalah hukum. Lembaga yang memegang amanah sebagai salah satu penegak hukum pidana korupsi kini beberapa oknum didalamnya sedang dalam proses dugaan masalah hukum. Lantas kemana lagi rakyat akan menjatuhkan kepercayaannya untuk menegakkan keadilan di negeri ini? Teringat statement seorang teman, “ada sekelompok orang yang memerangi korupsi namun di sisi lain ada pula sekolompok orang yang sedang mengatur strategi untuk memerangi sekelompok orang yang memusuhi korupsi”. 
Apapun yang terjadi hidup selalu menyuguhkan ironi dan menghadirkan anekdok kehidupan. Namun tugas kita adalah bagaimana kita menentukan sikap atas kehidupan ini. Termasuk, sikap kita untuk memerangi korupsi. Bukan kemudian kita menjual harapan untuk memberantas korupsi dikarenakan lembaga yang berwenang tersangkut dugaan masalah hukum. Jika lembaga itu adalah orang tua kita yang sedang krisis terkena jerat hukum, maka tugas kita untuk memberikan support bukan berarti melakukan pembenaran atas tindakan yang dilakukan oleh salah satu oknum dalam keluarga tersebut. Melainkan berikanlah perhatian lebih dan kepercayaan untuk menghidupkan kembali kinerja mereka. Karena begitu mulia tujuan kita, untuk melawan musuh yang sama yaitu KORUPTOR. Bisa jadi kini energi tersebut terkuras untuk mengembalikan citra lembaga tersebut, namun di sisi lain kita pun harus memulai untuk menyisir energi yang tercerai dan mensuplainya pada lembaga tersebut. Jangan sampai hal ini, membuat lumpuhnya kekuatan kita untuk melawan KORUPSI dan memberi kedamaian pada koruptor. Jangan biarkan itu terjadi, teruslah bergerak, lakukanlah mulai dari diri kita, kenali korupsi dan perangi korupsi. 
Selalu ada harapan untuk hari esok. Mengembalikan kepercayan publik pada lembaga dan memberi ruang bagi rakyat untuk selalu antisipasi dan terjaga memantau kinerja lembaga publik. Karena kebenaran adalah hakiki… dan perjuangannya adalah sebuah keniscayaan. 


»»  read more
Senin, 01 Maret 2010

POSDAYA




»»  read more
Jumat, 12 Februari 2010

IDEALNYA SEORANG PEMUDA

Ia peribadi yang muslim,
Berhati emas, Berpotensi prima,
Yang di kala damai
Anggun petaka kijang dari padang perburuan
Yang di kala perang
Perkasa bak harimau kumbang
Ia perpaduan manis hempedu
Satu kali dengan kawan
Lain kali dengan lawan
Yang lembut dalam berbahasa
Yang teguh membawa suluh
Angannya sederhana
Citanya mulia
Tinggi keutamaan dalam hati-hati
Tinggi budi, rendah hati
Ia lah sutera halus di tengah sahabat tulus
Ia lah baja
Ditentangnya musuh durhaka
Ia ibarat gerimis atau embun tiris
Yang memekarkan bunga-bunga
Yang melambaikan tangkai-tangkai
Ia juga puting beliung
Yang melemparkan ombak menggunung
Yang menggoncangkan laut ke relung-relung
Ia lah gemercik air ditaman sari, asri
Ia juga penumbang segala belantara
Segala sahara
Ia lah pertautan agung iman Abu Bakar
Perkasa Ali Papa Abu Dzar Teguhnya Salman
Mendirinya di tengah massa yang bergoyang
Ibarat lentera ulama di tengah gulita sahara
Ia pilih syahid fisabilillah atas segala kerusi dan upeti
Ia manuju bintang Menggapai malaikat
Ia tentang tindak kuffar Pola aniaya di mana saja
Maka nilainya pun membumbung tinggi
Harganya semakin tak terperi
Maka siapakah yang akan sanggup membelinya
Kecuali Rabb-nya...?

-Smoga brmanfaat-


»»  read more

kalian yang ku kenal dahulu..

Hari itu..
Hujan menjadi saksi semangat yang menggebu
Seperti tetesan hujan sore itu, membasahi bumi yang ku pijak
Begitu pun, loncatan semangat pijar kejora hiasi langit malam
Yang kian indah kemilau cahayanya
Seperti yang ku lihat sore itu
Ketika riuh riang anak manusia yang tak pernah lelah dalam pencarian
Yang terdengar hanya senandung nyanyian priyayi
Yang terlihat hanya ceria warna pelangi
Yang tersentuh adalah memoar rindu tentang dirinya yang ku kenal dahulu

Masih jelas dalam ingatan cerita kecil waktu itu
Ketika mereka bertanya tentang perjuangan..
Pengorbanan.. dan kebahagiaan

Masih jelas dalam ingatan
Ketika lontaran tanya dengan polos kau ajukan
Akan apa yang tak kau mengerti
Hingga kini pun, masih belum dapat kami beri jawaban

Masih jelas terekam dalam ingatan
Ketika semangat mu yang tak terkalahkan
Menghadapi realita yang teramat pragmatis
Kau lawan, dan runtuhkan KETIDAKMUNGKINAN
Ku ingat, kala itu dalam sebuah perjalanan
Ragamu tak mampu menyimpan luapan semangat
Ketika yang lain tak mampu menerjemahkan kata dalam untaian kalimat seorang pemimpi

Masih jelas dalam ingatan
Ketika isak tangis dan Tanya
Akan sesuatu yang sungguh tak logis
Kau tak akan menerimanya, hingga nalar dan naluri berkompromi

Untuk kalian, para pembelajar
Yang tak pernah puas dengan jawaban
Yang tak ingin terlena dengan cerita dongeng
Yang ingin mencari apa yang tak kau temukan
Tentang apa yang selama ini kalian Tanyakan

Kini, yang ku lihat
Adalah mereka yang telah meruntuhkan benteng keangkuhan
Keegoisan, dalam bingkai perjuangan yang teramat indah..
Hingga senja pun tak tampak
Dalam selimut gelapnya awan
Yang meneteskan butiran air
Memberi kesejukkan, dan menguji bukti kesungguhan dalam perjuangan
Kini, yang ku lihat
Adalah sosok pribadi dewasa
Dengan sikap ksatria dalam mengemban amanah dengan segala konsekuensi

Begitu cepat kalian berubah
Yang tersisa hanya memoar rindu
Akan tawa.. canda.. dan pertikaian yang pernah ada

Begitu cepat kalian berubah
Mengais ilmu yang sedikit pun tak pernah kami temukan ketika dahulu
Menjawab kerinduan kami akan warna-warni yang ku lihat kini
Ini, yang sesungguhnya kami cari
Sungguh pun,
Torehan catatan ini
Kami tak berharap membuat langkahmu menjadi terhenti
Karena sesuatu yang tak kami miliki
Telah kau miliki
Aku hanya ingin kalian tau
Betapa ini yang kami cari

Namun satu yang tak pernah berubah dalam diri kalian
Selalu menjadi lilin makna dalam hidupku
»»  read more
Selasa, 19 Januari 2010

bahagia dalam balut pilu

leh : Enno Dian Gusdiani


Siang yang cukup panas, membuat badan ini lelah dan meminta haknya untuk istirahat. Ku tahu tak ada ruang untuk lengah, atau pun jeda. Putaran waktu yang tak kan mampu ku henti, hingga bulir pasir dalam jam pasir terus berjatuhan dalam irama denting.

Pun dengan siang itu, aku tetap memaksakan melakukan aktivitas penelitianku. Hingga obrolan seorang dokter dan keluarga pasien memecah konsentrasiku. Laki-laki kurus itu, ku ketahui dari obrolan mereka adalah seorang Ayah dari bayi yang baru lahir beberapa hari yang lalu yang saat ini sedang dalam perawatan intensif di ruang perinatal.
Sekilas, orang dapat menilainya dengan tepat. Kaos polos yang sudah mulai memudar warnanya, menandakan sering dicuci dan terpapar terik matahari. Hitam legam kulitnya petanda begitu dekatnya ia dengan paparan sang surya. Berjibaku dengan pekerjaan kasar demi kepingan rupiah. Memastikan masih ada nasi yang sudi mengisi perut keluarganya. Mencoba bertahan dalam himpitan keadaan yang tak dapat berkompromi dengan kebutuhan keluarganya. Semua memaksanya untuk memiliki rupiah demi bertahan hidup.

Sorot matanya kosong, jauh memandang lorong panjang rumah sakit. meski sesekali ia memandang wajah dokter yang sedang bicara padanya. Kakinya seperti tak kuasa menopang tubuh kurusnya. Baginya penjelasan sang dokter mengalir bagaikan cairan garam pada luka. Perih, ngilu.. Tak ada yang keliru sedikit pun dari penjelasan sang dokter. Begitu jelas menggambarkan kondisi sang bayi. Ternyata sang bayi lahir dalam keadaan premature dengan sepsis klinis dan myosin aspiratori syndrome. Sehingga memerlukan perawatan intensif dengan waktu yang sangat lama karena semua organnya belum matur dan resiko tinggi infeksi. Sang Ayah tetap memaksakan keinginannya untuk membawa pulang bayinya. Namun sang dokter pun, tetap memegang prinsip patient safety untuk bayinya. Hingga Ayah si Bayi pun terdiam, ku lihat lipatan di keningnya. Matanya semakin sayu, menahan debit mata air yang coba ia tahan. Akhirnya dia pun pergi, meninggalkan ruangan.


Ku tahu, bukan dia tak bahagia atas kelahiran bayinya. Namun, ia berada dalam kesadaran yang nyata akan kondisi ekonomi keluarganya. Ketika keluarga lain disibukkan dengan memberi kebutuhan bayi mulai dari perlengkapan mandi, baju, mainan atau asuransi pendidikan dan kesehatan yang akan dipilihnya. Lain lagi dengan Sang Ayah B, (untuk memudahkan saya memanggilnya). Menjelang kelahiran bayinya, tak henti-hentinya membuat malamnya gelisah memikirkan segala kebutuhan sang bayi. Bagaimana dia akan menghidupi keluarganya dengan penambahan personil baru. Terlebih lagi dengan biaya perawatan dalam jangka waktu yang tak dapat dipastikan untuk kesehatan bayinya. Semakin menyesakkan dadanya.

Ku amati ia dari dalam ruangan. Langkah kakinya berjalan pelan dan lunglai. Hingga dia pun menjatuhkan tubuhnya di kursi tunggu. Kaki kurusnya tak kuasa lagi menopang badan. Ku lihat ada seorang wanita paruh baya menghampirinya. Aku hanya bisa menebak, mungkin itu adalah Ibu dari laki-laki itu. tepatnya nenek bayi. Dalam keraguan aku ingin menghampirinya. Sekedar menyapa atau mungkin ingin bertanya tentang mereka lebih jauh. Ya.. akhirnya aku beranikan diri. Aku tahu, kehadiranku mungkin tak meringankan beban mereka. Ah.. biarlah.. aku hanya ingin berbagi sedikit ilmu dengan mereka. Ilmu yang pernah mengajariku mempertahankan suatu hak atas kewajiban yang ku tunaikan. Begitu pun, aku ingin ia mendapatkan haknya.

Sang Ayah pun gugup dengan kehadiranku. Dia menggunakan bahasa Jawa yang membuatku sulit berkomunikasi. Aku hanya bertanya, apakah dia mempunyai asuransi kesehatan? Seperti jamkesmas? Dia menggeleng. Begitu asing dengan istilah yang aku sebutkan. Aku mencoba menarik nafas. Dan aku uraikan bagaimana mekanisme yang harus dilewati Bapak itu. Meskipun ada informasi yang aku sembunyikan, yang tak ku sampaikan. Apakah masih ada kuota jamkesmas didesanya? Karena jika penuh maka ia pun tak dapat memilikinya. Namun, disamping jamkesmas yang merupakan anggaran APBN jaminan social kesehatan yang bisa diakses si Bapak adalah Jamkesda yang alokasi anggarannya dari daerah. Tapi, aku urung memberitahu informasi ini. Karena akan membuatnya perih dan putus asa. Bahwa kini, terhitung tanggal 1 Januari 2010 APBD tidak menyediakan anggaran untuk jamkesda.

Polemik macam apa lagi ini. Yang kecil semakin terkucilkan. Seperti sel tak berjeruji. Kejahilan yang terpelihara oleh kerakusan. Karena begitu banyak masyarakat yang tidak mengetahui haknya dalam akses jaminan pelayanan kesehatan. Tersimpan rapih dalam laci-laci nepotisme. Ditengah upaya pengadaan mobil mewah para menteri dan anggaran pesawat presiden. Akankah kembali terlupakan…? Memastikan rakyatnya mendapatkan apa yang menjadi hak mereka.

Laki-laki itu, langsung berlari menyusuri lorong. Menyisir keberanian menghadapi para birokrat. Berjuanglah pa.. untuk sesuatu yang menjadi hak mu.. untuk buah hatimu.. dekaplah bahagiamu..

Ku tau..
Ini hanya cerita kecil tentang kondisi negeri kita. Masih banyak Bapak B yang lain, mungkin puluhan atau ratusan. Yang terpenjarakan dalam ketidaktahuan karena kerakusan oknum. Atau apakah.. mereka tak layak hanya untuk sekedar tau?..
»»  read more
Minggu, 17 Januari 2010

Untuk mengingatkan

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari tentang
“Tujuh Keajaiban Dunia.”
Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar
apa yang mereka pikir merupakan “Tujuh Keajaiban Dunia” saat ini.
Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi;
1) Piramida
2) Taj Mahal
3) Tembok Besar Cina
4) Menara Pisa
5) Kuil Angkor
6) Menara Eiffel
7) Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan,
sang guru memperhatikan seorang pelajar,
seorang gadis yang pendiam,
yang belum mengumpulkan kertas kerjanya.
Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai
kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab,
“Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena
sangat banyaknya.”
Sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki,
dan mungkin kami bisa membantu memilihnya.”

Gadis itu ragu sejenak, kemudian mengatakan...
“Saya pikir, “Tujuh Keajaiban Dunia” adalah,
1) Bisa melihat,
2) Bisa mendengar,
3) Bisa menyentuh,
4) Bisa menyayangi,
Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan,
5) Bisa merasakan,
6) Bisa tertawa,
7) Dan, bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika.
Alangkah mudahnya bagi kita untuk
melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban”.
Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita,
kita menyebutnya sebagai “biasa”.
Semoga anda hari ini diingatkan tentang
segala hal yang betul betul ajaib dalam kehidupan kita...

»»  read more

jam

Jumlah pengunjung

Laskar X-Pan City

Foto saya
Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
Dunia telah memberikan arti bagi hidupku. Saya hanyalah anak kampung yang tidak ingin ketinggalan dengan kemajuan teknologi. Bukan saatny orang kampung termarjinalkan. Sekarang adalah saatnya untuk maju. membuka bakat terpendam yang dimiliki oleh orang kampung seperti saya ini.

translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Perjalananku

benerin komputer

tentang skripsi