barisan sponsor

Tampilkan postingan dengan label gawat darurat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gawat darurat. Tampilkan semua postingan
Kamis, 26 April 2012

analisa hasil pemeriksaan Gas darah

Petunjuk Pengambilan sampel
dan analisa hasil pemeriksaan Gas darah

Pengambilan sampel :
Persiapan Alat :
1.     Disposibel 2, 5 CC
2.     Botol Infus
3.     Betadine
4.     Kapas
5.     Karet penutup
6.     Heparin Cair
7.     Blanko Pemeriksaan
8.     Duk Pengalas

Petunjuk Pengambilan :
1.     Lokasi pengambilan sampel :

I.          Arteri Radialis, Brachialis, Inguinalis dan Dorsalis pedis

2.     Darah Yang diambil 2 cc ditambah 1 Strip
3.     Yang harus diisi dalam blanko pemeriksaan : Identitas pasien, Suhu tubuh pasien, Hb terakhir dan kalau pasien menggunakan oksigen catat jumlah O2 yang digunakan serta cara pemberiannya dan Jenis permintaan.
4.     dddddd

Tekhnik Pengambilan :
1.     Bentangkan duk pengalas.
2.     Letakkan botol infus
3.     Tangan pasien diletakkan diatas botol infus, dengan sendi melipat kebelakang.
4.     Sedot heparin cair sebanyak 1 cc dan kmudian keluarkan. Heparin hanya membasahi dinding disposible. Tidak ada sisa o,1 cc dalam disposible, kecuali yang ada didalam jarum.
5.     Raba Nadi dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah.
6.     Pastikan tempat dari nadi yang diraba.
7.     Desinfeksi daerah tersebut
8.     Desinfeksi kedua jari
9.     Pegang disposible seperti memegang pensil.
10.                        Raba kembali Nadi dengan menggunakan kedua yang telah didesinfeksi
11.                        Tusukan jarum diantara kedsua jari dengan sudut 45 drajat mengarah ke jantung.
12.                        Biarkan Darah sendiiri mengalir ke dalam jarum. Jangan diaspirasi.
13.                        Cabut jarum dan tusukkan pada karet penutup.
14.                        Tekan daerah penusukan dengan menggunakan kapas betadine selama 5 menit.
15.                        Beri etiket dan bawa ke laboraotirum.

Interprestasi hasil :
1.     Yang terutama diperhatikan adalah :
ü Ph Darah  : 7,35 – 7,45
ü Pco2         : 35 - 45     
ü BE            : -3  - +3
2.     Lain – Lain sebagai tambahan :
ü PO2            : 80 – 104 mmHg
ü Saturasi      : Saturasi 97 – 98 %
ü BB              :
ü Hco3 -               :   21 - 25


Cara Interprestasi :


Pco2 Menentukan : Respiratorik
BE  Menentukkan : Metabolik

Contoh :
Hasil Pemeriksaan : Ph 7,20
Pco2       : 50
BE          : -2
Berarti pasien mengalami : Acidosis respiratorik
»»  read more
Selasa, 24 April 2012

RESUSITASI JANTUNG PARU

                         RESUSITASI JANTUNG PARU




Apa RJP itu?

-          RJP menggabungkan penyelamatan pernafasan dan kompresi dada external
-          RJP Yang cepat dan tepat bersifat tindakan sementara sampai tindakan yang lebih jauh dapat dilakukan

Indikasi RJP

-          Tanpa memperhatikan kronologis usia yaitu semua pasien dengan tanda-tanda henti jantung

Kontra indikasi RJP:
·         tanda kematian positif muncul spt: kaku mayat, adanya bukti pembusukan jaringan, henti jantung > 30 menit tanpa upaya resusitasi lebih dahulu.
·         Permintaan keluarga dan dokter
·         Pada lingkungan yg tdk aman
·         Leher terpenggal/ terpotong-potong

Tanda-tanda henti jantung

-          Keadaan tidak sadar diawali oleh penurunan kesadaran.
-          Tidak terabanya denyut nadi
-          Pupil dilatasi
-          Pernafasan minimal/ tidak ada

a. Teknik dan prosedur RJP pada Orang Dewasa
-          R: Respon
-          A: Aktifkan sistem LKM
-          P: Baringkan korban terlentang
-          A: Jalan nafas terbuka (head-tilt/ chin-lift)
-          B: Pernafasan (lihat, dengar, dan rasakan)
-          B: Nafas ; berikan dua kali
-          C: Siskulasi pada nadi karotis
-          C: Kompresi dada (15 kali)

b. Teknik dan prosedur RJP pada anak dan bayi
-          E: Tentukan Respon
-          S: Berteriak untuk minta pertolongan
-          P: baringkan korban terlentang
-          A: Jalan nafas terbuka (head-tilt/ chin-lift)
-          B: Pernafasan (lihat, dengar, dan rasakan)
-          B: Nafas ; berikan dua kali
-          C: periksa sirkulasi (nadi karotis pada anak, nadi brakial pada bayi)
-          C: Hubungi sistem LKM
-          C: Kompresi dada 5:1

b.      Kesalahan-kesalahan penyelamatan pernafasan
-          Kepala tidak cukup mendongak
-          Gagal menutup lobang hidung
-          Tak memberikan nafas lambat
-          Gagal untuk melihat dan mendengarkan eskhalasi
-          Gagal menjaga kerapatan sekitar mulut korban dan atau hidung

c.       Kesalahan-kesalahan kompresi dada
-          Berporos pada lutut dan bukan pada pinggul (gerakan bergoyang)
-          Salah tempat kompresi
-          Menekuk siku
-          Bahu tidak diatas sternum (lengan tak vertikal)
-          Jari-jari menyentuh dada
-          Tumit tangan tidak lurus dengan dada
-          Menggunakan telapak tangan daripada tumit tangan pada sternum
-          Mengangkat tangan dari dada diantara kompresi
-          Rasio kompresi tidak tepat
-          Kompresi mengejutkan/ menukik daripada kompresi lembut

Memeriksa keefektifan RJP

-          Dengan mengawasi naik turunnya dada setiap memberikan nafas buatan
-          Dengan memeriksa denyut nadi setelah menit pertama RJP dan setelah beberapa menit untuk memastikan denyut nadi telah kembali
-          Diperiksa oleh penolong kedua

Kapan menghentikan RJP

-          Korban sadar kembali
-          Digantikan oleh penolong terlatih
-          Terlalu menghabiskan tenaga untuk melanjutkan
-          Keadaan menjadi tidak aman
-          Dokter memberikan order untuk menghentikan.
-          Henti jantung terjadi lebih dari 30 menit





 PENTING



“RJP”
RJP à Dilakukan pada pasien yang terdiagnosa henti jantung dan paru dan harus segara dilakukan
RJP à Denggabungkan penyelamatan pernafasan dan kompresi dada external
RJP à Yang cepat dan tepat bersifat tindakan sementara sampai tindakan yang lebih jauh dapat dilakukan

TINDAKAN RJP:
1.      CEK KESADARAN (HARUS CEPAT MENCARI NADI (KAROTIS PADA DAERAH JAKUN MENYAMPING 1 CM: DEWASA, BRAKHIAL: ANAK) >30 DETIK TIDAK ADA NADI HARUS DILAKUKAN RJP
A.    PANGGIL NAMA (EX: PAK-PAK-PAK BANGUN)
B.     TEPUK-TEPUK/GOYANGKAN BAHU
C.     MINTA TOLONG
2.      POSISIKAN DITEMPAT YANG RATA DAN KERAS
3.      JALAN NAFAS PATEN (HEAD TILT CHIN LIFT: TIDAK ADA FRAKTUR), (JAW TRUST: JIKA ADA FRAKTUR)
A.    JIKA ADA SUMBATAN JALAN NAFAS BAGIAN MULUT LAKUKAN PENGAMBILAN DENGAN TEKNIK 1 JARI
4.      PERNAFASAN (LOOK, LISTEN N FEEL)
5.      BERIKAN NAFAS 2 KALI, (MULUT-MULUT, MULUT HIDUNG)
6.      CEK NADI KAROTIS (JAKUN KANAN-KIRI 1CM)
A.    AIR WAY:
1)      HEAD TILT CHIN LIFT MANUVER (BUAT JALAN NAFAS PATEN)à JIKA TIDAK ADA FRAKTUR
2)      JAW TRUST à JIKA ADA FRAKTUR
B.     BREATHING:
1)      BERIKAN NAFAS 2 KALI
C.     CIRCULATION:
1)      CEK NADI KAROTIS (DEWASA), BRAKHIAL (ANAK)
2)      KOMPRESI 15:2, 2 JARI DIATAS PX  (KEDALAMAN KOMPRESI 5CM, DILAKUKAN 4 KALI SIKLUS 1 PENOLONG/ 2 PENOLONG SAMA SAJA)
3)      DIHENTIKAN JIKA ADA NADI, PASIEN SADAR, HENTI JANTUNG LEBIH DARI 30 MENIT.


»»  read more
Minggu, 06 Juni 2010

Cara pertolongan pertama saat bencana atau kecelakaan

A. Definisinya dulu ni boz..

Tindakan sementara pada seseorang yang mengalami kecelakaan atau sakit mendadak sebelum pertolongan dokter dapat diberikan atau dilakukan (biasanya sih waktu kecelakaan kendaraan gitu, bisa juga jatuh dari gedung tinggi, tenggelam/kelelep, sakit yang membuat korban tiba-tiba jatuh pingsan dan butuh oksigen, ato pada bencana alam).

Ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi atau menanggulangi masalah pada pertolongan pertama, yaitu:
• Jangan panik
• Jangan emosional
• Jangan tergesa-gesa
• Jangan mendramatisai
• Jangan putus asa



kenyataannya emang agak susah diterapin gan, tapi usahakan jangan membuat diri kita makin panik..tarik nafas dalam-dalam dan usahan tenang..

Prinsip utama pada pertolongan utama:
1. Cermat: tenang dan tidak panik
2. Cepat : tidak tertunda dan hati-hati
3. Tepat : Cara yang diterapkan tidak menyimpang dari kaidah langkah-langkah P3K

B. Langkah-Langkah BHD (Bantuan Hidup Dasar)

Kondisi gawat darurat: prioritas pertolongan utama, A-B-C:
• A-airway : bebaskan jalan nafas
• B-breathing : beri nafas bantuan (+ oksigen)
• C-circulation : pijat jantung (kompresi jantung, untuk sirkulasi)
Harus dilakukan SEGERA di tempat kejadian.


Langkah 1: Proteksi diri (bisa juga memakai masker, handscon, kacamata gugle dll)

Langkah 2: Amankan Lingkungan, pindahkan pasien ketempat yang aman dari bahaya atau yang kondusif untuk melakukan pertolongan. 
Maksudnya, jangan pas mau nolong, eh dibelakang kita ada api atau pohon yg mau roboh.. 

Langkah 3:
Cek kesadaran korban, periksa kesadaran korban dengan menepuk bahu dan memanggil dengan suara keras. 
Misalnya manggil gini :"pak,pak..masih sadar gak?", ato "buk, buk masih bisa dengar saya?"..kalo dia jawab dan suaranya kedengaran jelas,berarti sadar dong..hehe..kalo masih sadar gak gitu perlu bantuan nafas dan rjp..
Kalo dia gak sadar ato sadar tp sayup sayup,lanjutkan langkah selanjutnya..

Langkah 4:
Meminta bantuan (telpon Ambulans, dokter, etc), sebut lokasi kejadian dan keadaan korban dengan jelas, dan minta warga laen siapa tau ada yg bisa bantuin nolong..


Langkah 5:
- Posisi korban: letakan di lantai atau alas yang keras dan rata (memudahkan kita melakukan resustasi jantung paru [rjp] nantinya gan).
- Posisi penolong: berada di sebelah kanan pasien,dengan posisi kaki diantara dua bahu korban (supaya tidak memakan waktu dan menghabiskan tenaga untuk pindah2 tempat 

Langkah 6:
A. Airway:
Bebaskan jalan nafas dari sumbatan pangkal lidah,
- Cross finger (jempol dan telunjuk menyilang untuk membuka mulut, sedangkan jari tengah ato jari pada tangan laen digunakan untun membersihkan mulut (finger sweep)
- Finger sweep (membersihkan mulut pasien) dengan kasa atau kain. Jangan menggunakan tisu! Karena tisu mudah menyerap air (meluber).

Membuka jalan nafas (tanpa alat) :
- Head tilt (tengadah kepala)
- Chin lift (topang dagu)




- Jaw thrust (angkat rahang bawah. Dilakukan pada pasien dugaan cedera leher gan, misalnya jatuh dari lantai atas)

Langkah 7:

B. Breathing:
- Periksa apakah korban bernafas!
- Look, Listen and Feel!
- Posisi tetap chin lift & head tilt
- Dekatkan pipi penolong kemulut dan hidung korban, mata penolong
melihat ke dada.

Benda Masuk Hidung
- jangan mencoba mengorek benda tersebut dengan jari
- jungkirkan bayi/anak tsb dengan memegang kaki nya, punggung ditepuk2 diantara kedua belikat.



Langkah 8:
Jika korban TIDAK BERNAFAS:
- Lakukan ventilasi inisial (nafas buatan) sebanyak 2x (cepat dan dalam)

Hayoo..jangan mikir yang macem-macem kalo masalah ini. hehe..kalo keadaan darurat, mau mulutnya bau, mau wangi hajaar aja..kecuali kalo ada alat bantu nafas, gak usah lagi mouth to mouth.. 

Langkah 9:
C. Check Circulation (cek nadi)
-> Cek nadi karotis (1,5-2cm dari bagian tengah leher ke arah lateral/nyamping)
Tahan 5-10 detik.


Langkah 9.1:

ika nadi ada, tetapi nafas tidak ada :

- Lakukan nafas buatan sebanyak 12x/menit ( posisi leher pasien ekstensi (head tilt), tutup hidung pasien)
- Cek pernafasan dengan LLF (look, listen, feel)
- Jika tidak ada lakukan lagi ventilasi buatan sebanyak 12x/menit
- Cek pernafasan dengan LLF (look, listen, feel)
- Jika masih tidak ada, maka lakukan evaluasi total (A.B.C)

Bila kemungkinan jalan nafas masih tersumbat, cek lagi pernafasan
- Jika tidak ada,lakukan lagi ventilasi, jika ada cek lagi nadi karotis
- Jika ada maka-> PAS (recovery position)


Langkah 9.2:

Jika nadi tidak ada

- Lakukan kompresi jantung luar dengan perbandingn 30:2 (30x kompresi dan 2x nafas buatan) sebanyak 5 siklus
- Cek Nadi
- Jika tidak ada lakukan lagi kompresi dengan perbandingn 30:2 selama 5 siklus.

Melakukan kompresi
1.Letakkan dua jari kita ke ulu hati (kalo bahasa awamnya), tp kalo bahasa kerennya itu 'procesus xipoideus'..
2.Lalu letakkan telapak tangan kita di atas dua jari itu (diatas ulu ati)
3.Kepalkan tangan diatas tangan satunya..
4.Kompresi (menekan secara berulang) dibagian itu selama 30x, dg posisi tangan tegak lurus, karena menumpu pada bahu, jadi usahakan bahu tegap)
5.setelah 30x, berikan 2 kali nafas buatan, lanjut lagi 30x kompresi, dan begitu seterusnya sampai 5 siklus..
ini bisa dilakukan bergantian (bila ada 2 penolong) bila salah satu penolong lelah, pergantian dilakukan pada saat menghitung..misal:"25,26 ganti -> penolong lain langsung menggantikan,trus dilanjutkan dg cepat, 27, 28, 29, 30..


Perlu diingat ni gan penekanan ato kompresi itu sesuaikan dg korbannya gan, jangan kuat2 tekennya kalo korbannya kecil..hehe..dan memang keahlian ini mesti dilatih dulu..


setelah 5 siklus..
- Cek nadi, jika ada maka cek pernapasan(LLF)
- Jika tidak ada lakukan ventilasi buatan 12x/menit, begitu seterusnya gan (cek nadi, cek nafas)
- Jika ada-> PAS (recovery position) miring ke kiri.


Catatan :
kompresi kedalamnya 4-5 cm
Dewasa: dua tangan
Anak2 : satu tangan
Bayi : 2 jari
masih ada pertimbangan lain sebelum melakukan pertolongan pertama ini, misalnya patah tulang rusuk, dll..

• Bantuan dihentikan jika :
- Penolong sudah lelah
- Bantuan sudah datang
- Pasien sudah sadar
- Pasien sudah meninggal (Lihat pupil mata, akan melebar jika sudah
meninggal)


Ni ane simpulin penjelasan diatas pake gambar gan..buat yang males baca.. 



»»  read more
Sabtu, 08 Mei 2010

Hal pertama yag harus dilakukan ketika digigit ular berbisa

ular kobra



ular mamba hitam (Dendroaspis polylepis)



ular derik viper


truno bamban(Trimeresurus albolabris)

jika kita sedang masuk ke hutan, sebaiknya kita membawa kotak p3k untuk berjaga-jaga jika kita terluka, salah satu luka yg paling berbahaya disebabkan oleh gigitan ular berbisa, jika kita terlanjur tergigit ular berbisa, segeralah lakukan tahapan penanganan sbb :



1.JANGAN PANIK !


2.Amankan posisi penolong dan korban
Terutama dari bahaya lain seperti gigitan ular itu “lagi”, lokasi yang curam, dll. Jika diri sendiri yang tergigit, ambil posisi yang aman, jauhi ular.


3.Imobilisasi pasien dan Lakukan pembalutan elastisdi atas luka gigitan untuk menghentikan dan memperlambat laju bisa menuju ke jantung


4.Tenangkan korban, jangan banyak melakukan aktifitas/gerakan yang menguras tenaga dan mempercepat detak jantung


5.Kenali ular yang menggigit (LANGKAH VITAL dan PENTING !)
Jika dapat mengenali ular, sesuaikan tindakan pertolongan sesuai dengan karakter efek bisa nya terhadap manusia.

Ingat perbedaan berbisa rendah dan berbisa tinggi ! ....dan yang utama.....
- Jika luka gigitan terdapat dua titik yang nyata, berarti berbisa tinggi
- Jika luka gigitan membentuk huruf U dengan jumlah luka nayak berarti tidak berbisa
- Jika tidak dapat mengenali jenis ular, anggap bahwa itu ular yang berbisa tinggi dan

Selanjutnya, usahakan untuk menghafalkan ciri – ciri ular itu dan jika perlu, bunuh ular tersebut untuk di bawa ke bagian medis .


6.Lakukan tindakan pertolongan pertama

Penanganan gigitan ular tidak berbisa.
Hanya akan menimbulkan luka sobek atau luka lecet dan gatal.
- Lepaskan pembalut elastis
- Cuci luka dengan air dan sabun atau pembersih luka (Revanol)
- Beri obat antiseptik.
- Jika perlu, tutup luka dengan kain kassa atau biarkan tetap terbuka agar cepat kering
Ingat ! ular tidak perlu dibunuh............

Penanganan gigitan ular berbisa menengah
Akan mengakibatkan pembengkakan pada daerah sekitar luka, perubahan warna, dan jika kondisi tubuh tidak fit, akan terasa demam panas – dingin sekitar 2 s.d. 7 hari.
- Lepaskan pembalut
- Cuci luka dengan pembersih luka yang ada (revanol)
- Beri antiseptik
- Jika perlu, tutup luka dengan kain kassa atau biarkan tetap terbuka agar cepat kering
- Usahakan korban beristirahat sebentar
- Beri makanan atau minuman berkalori dan berprotein tinggi
- Beri vitamin tambahan
Ingat ! ular tidak perlu dibunuh............

Bila tergigit ular jenis raksasa, ular pyhton
Mengakibatkan pendarahan terbuka dan luka sobek.
- Posisikan bagian luka di atas dari posisi jantung untuk mencegah pendarahan, lebih baik dalam posisi berbaring
- Hentikan Pendarahan ! dengan melakukan prosedur penanganan pendarahan terbuka atau dapat pula dengan teknik torniquet.
- Istirahatkan dan tenangkan korban
- Upayakan untuk evakuasi ke rumah sakit dengan tetap memperhatikan pendarahan agar tidak terbuka lagi.
- Beri makanan atau minuman berkalori dan berprotein tinggi
- Beri vitamin tambahan

Ingat !
- ular ini tidak beracun tetapi akan tetap berbahaya jika korban kehilangan banyak darah.
- saat melepas gigitan dari korban, jangan paksakan dengan menarik kepala ular, tapi mulut harus dibuka ! Perhatikan juga belitan ular.
- tidak perlu membunuh ular jenis ini kecuali.............................

Bila tergigit ular yang berbisa tinggi
Efeknya berbeda beda sesuai jenis racun yang terkandung di dalam bisa ular.
Efek gigitan pada umumnya :
o Pembengkakan pada luka, diikuti perubahan warna
o Rasa sakit di seluruh persendian tubuh
o Mulut terasa kering
o Pusing, mata berkunang - kunang
o Demam, menggigil
o Efek lanjutan akan muntah, lambung dan liver (hati) terasa sakit, pinggang terasa pegal, akibat dari usaha ginjal membersihkan darah.



Penanganan jika tergigit dengan efek di atas:
- Posisikan bagian yang terluka lebih rendah dari posisi jantung
- Ikat diatas luka sampai berkerut. Setiap 10 menit, kendorkan 1 menit
- Buat luka baru deagn kedalam sekitar 1 cm dengan pisau, cutter, silet (yang disterilkan atau tidak, tergantung situasi). Buat luka pada mulai dari bagian atas, melalui lubang luka akibat taring. INGAT ! irisan luka baru jangan horisontal tetapi vertikal.

- Keluarkan darah sebanyak mungkin dengan cara mengurut kearah luka baru. korban akan terasa sangat kesakitan, sehingga perlu dilakukan dengan hati – hati tetapi tetap berlanjut. Saat mengurut, ikatan dapat dikendorkan. Upaya pengeluaran dapat dibantu dengan alat khusus “snake bite”, alat suntik (tanpa jarum), batang muda pohon pisang, teknik menggunakan tali senar, dll....

tidak dianjurkan melakukan proses pengeluaran darah dan racun dengan menyedot melalui mulut. Karena itu sangat beresiko pada si penolong karena racun dapat mengkontaminasi mulut, gigi, gusi bahkan tertelan hingga lambung dan usus.

- Proses itu dilakukan berulang –ulang hingga darah berwarna merah kehitaman dan berbuih keluar semua dan berganti dengan darah berwarna merah segar.

- Evakuasi korban. Bawa ke ahli ular untuk penanganan pengeluaran bisa ular lebih lanjut atau dapat pula dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan suntikan antivenom yang tepat. Usahakan mendapatkan antivenom monovalen sesuai karakter bisa ular yang menggigit (haemotoxin atau neurotoxin)

- Informasikan pada dokter bila korban elergi terhadap obat tertentu, identifikasi.

- Perawatan merupakan hal yang penting. Usahakan untuk selalu berkonsultasi agar luka cepat kering.


INGAT !
Tidak semua efek gigitan berbisa tinggi seperti diatas. Jika yang diserang hanya syaraf, maka tidak terjadi pembangkakan, demam, pusing, muntah dll. Penanganan gigitan ular welang, ular weling, ular laut, ular pudak seruni membutuhkan teknik khusus karena spesifikasi racunnya berbeda.

Tujuh
- Jangan beri minuman beralkohol
- Korban tetap berusaha untuk sadar
- Berikan semua jenis makanan dan minuman yang bergizi
- Jangan bergerak berlebihan, istirahat yang cukup
- Jika perlu, segera evakuasi ke rumah sakit



»»  read more

jam

Jumlah pengunjung

Laskar X-Pan City

Foto saya
Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
Dunia telah memberikan arti bagi hidupku. Saya hanyalah anak kampung yang tidak ingin ketinggalan dengan kemajuan teknologi. Bukan saatny orang kampung termarjinalkan. Sekarang adalah saatnya untuk maju. membuka bakat terpendam yang dimiliki oleh orang kampung seperti saya ini.

translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Perjalananku

benerin komputer

tentang skripsi